web analytics
  

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Resmi Mengundurkan Diri

Selasa, 11 Agustus 2020 10:49 WIB
Umum - Internasional, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab Resmi Mengundurkan Diri, Perdana Menteri Lebanon,Hassan Diab,Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab memutuskan mengundurkan diri setelah ledakan besar di Beirut menewaskan lebih dari 160 orang dan memicu protes yang disertai kekerasan selama berhari-hari. (AFP)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab memutuskan mengundurkan diri setelah ledakan besar di Beirut menewaskan lebih dari 160 orang dan memicu protes yang disertai kekerasan selama berhari-hari.

Menyadur CNN, Selasa (11/8/2020), Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan mengundurkan diri, Senin (10/8/2020) malam waktu setempat, kurang dari seminggu setelah ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon.

"Hari ini kami mendengarkan tuntutan rakyat untuk meminta pertanggungjawaban atas bencana yang telah tersimpan selama 7 tahun," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi lokal. "Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah," lanjutnya.

Dalam pidatonya yang berapi-api, Diab mencaci-maki elite politik yang berkuasa di Lebanon karena mendorong apa yang disebutnya aparat korupsi.

"Kami telah berjuang dengan gagah berani dan bermartabat," katanya, mengacu pada anggota kabinetnya.

"Antara kita dan perubahan adalah penghalang besar yang sangat kuat," katanya.

Diab membandingkan ledakan hari Selasa dengan gempa bumi yang mengguncang negaranya dan mendorong pemerintahnya untuk mundur.

"Kami telah memutuskan untuk berdiri bersama rakyat," katanya.

Protes meletus di luar kantor perdana menteri menjelang pidato yang dijadwalkan Senin (10/8/2020) malam waktu setempat.

Puluhan pengunjuk rasa melemparkan batu, kembang api, dan bom molotov ke pasukan keamanan yang kemudian dibalas dengan gas air mata. Beberapa demonstran mencoba memanjat dinding di luar Lapangan Parlemen.

Hassan Diab diangkat menjadi perdana menteri Lebanon pada Desember 2019, dua bulan setelah pemberontakan rakyat menjatuhkan pemerintahan sebelumnya.

Pemerintahannya terdiri atas para teknokrat dan didukung oleh partai-partai politik besar, termasuk kelompok politik dan militan yang didukung Iran, Hizbullah.

Kini Lebanon harus menemukan perdana menteri ketiganya dalam waktu kurang dari satu tahun, untuk menghadapi krisis yang terus meningkat di sejumlah bidang.

Sebelumnya, tiga menteri kabinet sudah menyatakan mengundurkan diri, bersama dengan 7 anggota parlemen.

Manal Abdel-Samad mundur dari jabatan Menteri Informasi pada Minggu (9/8/2020). Dia menulis surat kepada pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Hassan Diab.

"Mengingat besarnya bencana yang disebabkan oleh ledakan Beirut yang mengguncang bangsa dan melukai hati dan pikiran kita," tulis Manal dalam suratnya.

"Dan untuk menghormati para martir, dan rasa sakit dari yang terluka, hilang dan terlantar, dan sebagai tanggapan atas keinginan publik untuk perubahan, saya mengundurkan diri dari pemerintah." katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers