web analytics

Tim Cagar Budaya Dalami Temuan Terowongan Tua di Stasiun Bekasi

clockSelasa, 11 Agustus 2020 07:06 WIB
Umum - Regional, Tim Cagar Budaya Dalami Temuan Terowongan Tua di Stasiun Bekasi , Cagar Budaya,Terowongan Tua di Bekasi,Stasiun Bekasi,Berita Bekasi

Terowongan di Stasiun Bekasi (Republika)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Tim Cagar Budaya yang terdiri arkeolog, ahli hukum, dan sejarawan tengah mendalami temuan situs cagar budaya di lokasi renovasi Stasiun Kota Bekasi, Jawa Barat. Temuan ini berawal dari informasi di media sosial (medsos).

“Awalnya dari medsos mempertanyakan temuan sesuatu di Stasiun Bekasi,” kata sejarawan asal Bekasi, Ali Anwar saat dihubungi wartawan, Senin (10/8/2020).

Kemudian, pada Jumat (7/8), tim cagar budaya melakukan peninjauan lokasi. Hasilnya, ditemukan dua lokasi dalam bentuk bangunan batu bata seperti lingkaran. Selain itu, ada lagi bangunan semacam fondasi di arah utara. “Terus dari situ saya negosiasi dengan pihak pimpinan proyek,” ujar Ali.

Dia menerangkan, tadinya di lokasi ditemukannya situs cagar budaya tersebut akan dibongkar untuk kepentingan renovasi stasiun yang merupakan bagian proyek DDT (double double track) Manggarai-Cikarang. Mengenai apakah dua situs tersebut adalah murni cagar budaya, sambung dia, tentu masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Saya bilang kalau ada melakukan pembongkaran, sementara kami belum memperikirakan itu sebagai benda cagar budaya. (Tapi) kami akan melaporkan kalau ini melanggar undang-undang dan ancamannya pidana,” jelas Ali.

Ali menerangkan, bentuk dua situs cagar budaya itu serupa. Hanya saja, jika dilihat dari struktur, salah satu bentuk batu ada yang umurnya lebih tua dibandingkan batu yang lain. Selain itu, batu yang diperkirakan usianya lebih tua itu sudah menyatu dengan tanah, sedangkan yang lebih muda masih bisa dilepas.

“Sebelah kiri itu lebih tua gitu kan, dan sebelah kanan lebih muda karena yang lebih tua itu sepertinya sudah menyatu dengan tanah, sementara yang sebelah kanan yang muda itu masih bisa lepas,” tutur Ali.

Adapun, diameter dari situs tersebut diperkirakan mencapai 2,5x2 meter dengan tebal lima sentimeter (cm) dan lebar tujuh cm. Ali menyebut dugaan sementara dulunya dua situs mirip terowongan tersebut merupakan gorong-gorong air. “Dulu waktu saya masih kecil itu kan di situ ada parit (selokan) dari stasiun itu mengarah ke Jalan Juanda. Nah di Jalan Juanda itu dulu ada parit kecil,” jelas Ali.

Dia memperkirakan situs cagar budaya ini sudah ada sejak tahun 1880-an. Pada tahun tersebut, jalur kereta dari Manggarai, Bekasi, hingga Cikarang sudah terbangun. “1880-an lah kira-kira,” ujarnya.

Ali berharap pihak PT KAI bisa menjadikan dua situs cagar budaya tersebut sebagai heritage. Tujuannya untuk menunjukkan bila 1.000 tahun ke depan ada arkeolog yang hendak melakukan penelitian. “Tetap harus dipertahankan, jangan dulu dihancurkan semua gitu, tetap terpendam nggak papa,” ujar Ali.

Menurut Ali, solusi untuk saat ini adalah proyek tetap berjalan akan tetapi bagian dari dua situs yang sedang diteliti tidak diutak-atik dulu. “Sambil kita koordinasi ke pemda, kemudian kalau bisa pimpinan proyek ini bicara kepada pihak kereta api untuk memastikan karena di PT KAI ada bagian heritage gitu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Tedi Hafni, menjelaskan saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan tim cagar budaya dan juga PT KAI untuk tidak melakukan pembongkaran sebelum diputuskan mengenai situs cagar budaya ini.

“Ya sementara yang dilakukan langkah-langkah membuat permohonan kepada Dirjen Perekeretaapian dan double-double track (DDT) sementara ini kan ada beberapa batu di situ, paling tidak, tidak dilakukan pembongkaran dulu,” jelas Tedi.

Hanya saja, apabila ternyata tetap harus dibongkar karena dilewati proyek DDT, pihaknya meminta untuk tetap ada tanda berupa tugu. “Kalau memang dibongkar, paling tidak ada batu bata itu bisa diamankan, kemudian termasuk yang jendela tadi dibikin, dikumpulkan di ruang heritage lah,” terangnya.

Pihak PT KAI saat dikonfirmasi mengatakan keberadaan situs cagar budaya di lokasi proyek DDT Stasiun Bekasi ini akan bergantung pada keputusan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi dan juga instansi terkait. Karena ini merupakan temuan baru, biasanya akan ada standar operasional prosedur (SOP). Namun, pihak proyek akan tetap mengikuti aturan yang ada.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang, mengatakan dukungannya untuk melestarikan situs cagar budaya. Tujuannya, demi mempertahankan warisan sejarah yang ada di Kota Bekasi. “Harus dilestarikan,” tutur Nicodemus.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Minibus Kecelakaan di Tol Cipularang, 1 Korban Tewas

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:21 WIB

Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Cipularang Kilometer 78.400 tepatnya wilayah Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwa...

Umum - Regional, Minibus Kecelakaan di Tol Cipularang, 1 Korban Tewas, Kecelakaan Tol Cipularang,Kecelakaan di Tol Cipularang,Kecelakaan maut tol Cipularang,kasus kecelakaan tol Cipularang,laka lantas tol cipularang

Jelang HUT RI, Penjual Bendera Mulai Menjamur

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:19 WIB

Menjelang peringatan hari kemerdekaan permintaan bendera, umbul-umbul, atau asesories lainnya mulai. Termasuk penjual be...

Umum - Regional, Jelang HUT RI, Penjual Bendera Mulai Menjamur, penjual bendera,Penjual Bendera Musiman,Penjual Bendera HUT RI,peringatan HUT RI ke-76

Hingga Akhir Tahun, Jabar Targetkan 33 Juta Vaksinasi Covid-19

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:38 WIB

Ridwan Kamil menyampaikan target vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat hingga akhir 2021 sebanyak 33 juta. Sementara hingga s...

Umum - Regional, Hingga Akhir Tahun, Jabar Targetkan 33 Juta Vaksinasi Covid-19, Vaksinasi Covid-19,Target Vaksinasi Covid-19 Jabar,Vaksinasi Covid-19 Jabar,Kuota Vaksinasi Covid-19 Jabar,Kuota vaksin jawa barat

Selama PPKM Darurat, Wisata Ziarah Pamijahan Sepi Pengunjung

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:55 WIB

Selama PPKM darurat yang digulirkan pemerintah pusat mulai tanggal 3 Juli lalu, kunjungan peziarah ke Pamijahan Kecamata...

Umum - Regional, Selama PPKM Darurat, Wisata Ziarah Pamijahan Sepi Pengunjung, Wisata Ziarah Pamijahan,kunjungan peziarah Pamijahan,PPKM Darurat,Kunjungan wisata ziarah Pamijahan

Jabar Terima Hibah Vaksin Sinopharm untuk Penyandang Disabilitas

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:58 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerima hibah vaksin Covid-19 Sinopharm dari Emir Uni Emirat Arab (UEA). Sesuai...

Umum - Regional, Jabar Terima Hibah Vaksin Sinopharm untuk Penyandang Disabilitas, Vaksin Sinopharm,vaksin Covid-19 Sinopharm,Hibah vaksin Covid-19 Sinopharm,Vaksin penyandang disabilitas,Jumlah penyandang disabilitas Jabar

Baru 12 Persen Warga Cianjur Disuntik Vaksin Covid-19

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 21:30 WIB

Sebanyak 235 ribu warga yang sudah disuntik vaksin Covid 19, atau baru sekitar 12 persen dari total target kurang lebih...

Umum - Regional, Baru 12 Persen Warga Cianjur Disuntik Vaksin Covid-19, Warga Cianjur,Vaksin Covid-19,Kabupaten Cianjur,Vaksinasi

Bappenda Cianjur Maklumi Kondisi Hotel dan Restoran Saat PPKM

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 20:00 WIB

Apabila pihak hotel terlambat membayar pajal tersebut, mereka dipersilakan mengajukan permohonan penundaan pembayaran.

Umum - Regional, Bappenda Cianjur Maklumi Kondisi Hotel dan Restoran Saat PPKM, Bappenda Cianjur,Kondisi Hotel,Restoran,PPKM,Keringanan Pajak,Pandemi Covid-19,penundaan pembayaran

Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH

Regional Jumat, 30 Juli 2021 | 18:50 WIB

Manajemen Rumah Sakit Dr. Hafidz dipanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Umum - Regional, Buntut Sidak Forkopimda dan Dewan, Dinkes Panggil Manajemen RSDH, Sidak Forkopimda,Manajemen RSDH,Dinkes,penolakan pasien Covid-19,dokter spesialis berstatus PNS nyambi,Cianjur,Buntut Inspeksi

artikel terkait

dewanpers
arrow-up