web analytics
  

Kasus Denny Siregar Ditindaklanjuti Polda Jabar

Selasa, 11 Agustus 2020 06:52 WIB
Umum - Regional, Kasus Denny Siregar Ditindaklanjuti Polda Jabar, Denny Siregar,Media Sosial,kasus Denny Siregar,Polda Jabar

Massa menolak sikap Denny Siregar (Republika)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes S Erlangga mengatakan, pihaknya akan menidaklanjuti pelimpahan kasus ujaran kebencian dan fitnah oleh Denny Siregar. Kasus itu dilimpahkan Polres Kota Tasikmalaya pada Jumat pekan lalu, setelah semua saksi pelapor diperiksa.

Erlangga mengungkapkan, salah satu pertimbangan pelimpahan kasus ini, yaitu keberadaan saksi ahli yang ada di Bandung. Mereka adalah ahli hukum, bahasa, dan digital elektronik. "UU ITE membutuhkan saksi ahli. Dan seluruh saksi ahli yang dibutuhkan ada di Bandung," ujar dia kepada Republika, Senin (10/8).

Menurut Erlangga, selanjutnya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jabar akan meminta keterangan para saksi ahli tersebut. Ia tak menyebut waktu pasti kapan pemeriksaan tersebut. "Secepatnya akan dilakukan meminta keterangan saksi ahli," ujar dia.

Setelah meminta keterangan saksi ahli, kata dia, penyidik akan melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara inilah akan diputuskan ditingkatkan ke penyidikan atau tidak. " Untuk gelar perkara penyidik akan meminta keterangan para saksi ahli terlebih dulu," tutur dia. Namun, ketika ditanya kapan memeriksa Denny sebagai terlapor, ia mengatakan belum dijadwalkan.

Denny Siregar dilaporkan oleh Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi atas dugaan SARA dan/atau penghinaan dan/atau pencemaran nama baik ke polisi, Kamis (2/7). Laporan itu merupakan respons atas pernyataan Denny dalam status Facebook-nya pada 27 Juni 2020. Dalam unggahan itu, ia menulis status berjudul "Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang" dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid. 

Hingga saat ini, polisi baru memeriksa enam saksi dari pihak pelapor. Sementara itu, Denny sebagai terlapor tak pernah dipanggil. Pelapor sekaligus Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengatakan, pihaknya sudah mengikuti seluruh proses yang diminta polisi, mulai dari melapor hingga mendatangkan saksi.

Namun, Polresta Tasikmalaya malah melimpahkan kasusnya. "Kurang puas. Dari awal ingin pemeriksaan di sini, akhirnya dilimpah ke polda dengan berbagai alasan," kata dia. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers