web analytics
  

Beban Berat Picu Serangan Jantung

Selasa, 11 Agustus 2020 02:17 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Beban Berat Picu Serangan Jantung, hidup sehat,Serangan Jantung,kesehatan jantung,Jantung

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berbagai faktor bisa memicu munculnya serangan jantung pada seseorang. Salah satunya beban kerja yang berat berujung stres.

"Beban kerja berat yang memicu terjadinya stres dan serangan jantung," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, konsultan kardiologi intervensi dan konsultan elektrofisiologi Eka Hospital Bekasi, Ignatius Yansen NG dalam diskusi via daring, Jumat (7/8).

Selain beban kerja, olahraga jenis kompetitif semisal tenis juga dapat menjadi pencetus masalah kesehatan yang bisa dialami orang berusia muda itu.

Hal ini seperti yang dialami selebritas Jeremy Teti (53). Pria yang dulu dikenal publik sebagai presenter program berita itu mengaku sudah lama menggeluti olahraga tenis mengatakan pada tahun 2016 pernah tiba-tiba merasa pusing ditambah asam lambung naik di saat latihan.

"Pernah main tenis kayak keleyengan, kok kayak gempa bumi, asam lambung naik. Di situ perlahan-lahan minggir, menyandar di pagar, minum minuman panas lalu normal lagi. Beberapa hari kemudian syuting muntah-muntah sepanjang jalan sampai rumah," kata Jeremy.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada penyumbatan di pembuluh darahnya, salah satunya terletak di bawah jantung. Jeremy lalu mendapatkan tindakan katerisasi hingga pemasangan ring di jantungnya.

Menurut Yansen, apa yang dialami Jeremy termasuk serangan jantung dengan gejala muntah, pusing akibat penyumbatan tiba-tiba pada pembuluh darah. Dia menuturkan, serangan jantung terkadang tidak harus ditandai gejala nyeri dada.

"Orang awam suka bilang masuk angin, gejala seperti angin duduk, muntah-muntah, keleyangan, yang terjadi penyumbatan tiba-tiba pembuluh darah. Pembuluh darah yang kasih makan kesumbat akibatnya jantung tidak berfungsi dengan baik," kata Yansen.

Yansen menyarankan orang-orang melakukan gaya hidup sehat mulai dari konsumsi makanan sehat, tidur cukup, menghindari terkena faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, hingga berolahraga rutin agar pembuluh darah tak menyempit dan berujung masalah jantung.

Menurut dia, olahraga yang sifatnya aerobik semisal bersepeda, berjalan cepat bisa menjadi pilihan yang baik untuk jantung

"Lakukan (olahraga) 3-5 kali seminggu dengan intensitas sedang, 30-45 menit di luar pemanasan dan pendinginan," demikian pesan Yansen yang juga menekankan pentingnya pemeriksaan jantung dini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers