web analytics
  

15 Pegawai Positif Covid-19, RS Cibabat Ditutup

Senin, 10 Agustus 2020 19:54 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, 15 Pegawai Positif Covid-19, RS Cibabat Ditutup, RS Cibabat,Positif Covid-19

RS Cibabat. (istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 15 orang pegawai Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi dinyatakan positif terinsfeksi Coronavirus Disease (Covid-19). Mengantisipasi klaster baru, pelayanan kesehatan RS plat merah ini pun ditutup sebagian.

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna mengatakan, penutupan pelayanan di RSUD Cibabat dilakukan untuk sterilisasi rumah sakit dari penyebaran Covid-19.

"Mungkin dalam sehari atau dua hari ini kita tutup total. Pasien yang sedang dirawat saat ini masih akan tetap dirawat. Namun untuk sementara tidak menerima pasien baru," ujar Ajay, Senin (10/8/2020).

Berdasarkan hasil swab terbaru, tercatat ada 12 karyawan RSUD Cibabat yang dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya, 3 pegawai sudah terpapar lebih dulu. Maka, total pegawai yang terpapar di RSUD Cibabat saat ini menjadi 15 orang.

"Saat ini memang baru poliklinik sama rawat jalan yang kita tutup. Ke depannya mungkin semua akan kita tutup," tambah Ajay.

Dari hasil tracing Dinas Kesehatan Cimahi, kasus Covid-19 di RSUD Cimahi berawal dari adanya pegawai rumah sakit yang tidak menerapkan protokol kesehatan saat berkumpul pada hari raya Iduladha. 

"Terpaparnya dari luar (RSUD). Saat hari raya Iduladha kemarin mungkin bertemu dengan keluarganya yang juga ada OTG," ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marliah menyampaikan 12 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdiri dari pegawai dan sejumlah perawat.

"Instalasi gizi ada 8 orang. Terdiri dari 1 nutrisionis, 3 petugas distribusi makanan, dan 4 pengelola makanan. Selanjutnya ada 3 perawat dan 1 bidan. Jadi totalnya ada 15 pegawai dengan pegawai yang positif sebelumnya," ujar Reri.

Reri menyebutkan, selama RSUD Cibabat ditutup, pihaknya bakal melakukan swab test atau tes usap kepada seribu karyawan yang terdiri dari manajemen rumah sakit sampai tenaga medis. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga dilakukan untuk sterilisasi rumah sakit. 

"Dari hari ini kita sudah memulai penutupan. Kita tidak menerima pasien masuk ke IGD. Jadi pasien yang masih di IGD dirujuk ke RS tipe C atau ke RS Dustira. Nanti resminya mungkin nunggu dari pak Wali dulu," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers