web analytics
  

Polresta Bandung Ungkap Distribusi Narkoba Modus Baru

Senin, 10 Agustus 2020 17:51 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Polresta Bandung Ungkap Distribusi Narkoba Modus Baru, Polresta Bandung,Distribusi Narkoba

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan. (Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Jajaran Satnarkoba Polresta Bandung berhasil mengungkap distribusi pengedaran narkoba dengan modus baru. Diduga modus tersebut menjadi andalan para pengedar untuk memutus jaringan.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba modus baru tersebut bermula dari ditangkapnya dua orang kurir, di dua tempat dan kasus berbeda.

Satu orang atas nama K diamankan di Arjasari, Kabupaten Bandung, dari tangannya polisi mengamankan 20 kg ganja kering.

Sementara satu orang lagi, bernama HH yang diamankan di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Dari tangannya polisi menyita 200 gram sabu.

"Keduanya beda kasus, jaringannya berbeda, tapi modus yang dilakukannya sama. Keduanya merupakan kurir," tutur Hendra, Senin (10/8/2020).

Modus pendistribusian yang dilakukan kata Hendra terbilang baru, karena kurir tidak berhubungan langsung dengan pengirim dan penerima.

"Mereka hanya disuruh mengambil dan menyimpan narkoba di tempat tertentu. Jika berhasil, akan mendapat upah. Rata-rata Rp1 juta/pengiriman," ungkapnya.

Dia menyontohkan untuk kasus distribusi narkoba yang melibatkan K, tersangka mengambil ganja kering seberat 20 kg di sebuah halte Kecamatan Arjasari.

Sementara HH disuruh mengambil sabu seberat 200 gr ditempel di tumpukan batu di sebuah komplek perumahan, Kecamatan Rancaekek.

"Mereka disuruh oleh orang melalui telepon. Modusnya sama, ini untuk menyulitkan petugas menyusur bandarnya," paparnya.

Dengan modus tersebut, tersangka K pernah berhasil melakukan distribusi ganja sebanyak 2 kali. Sementara HH telah berhasil mendistribusikan sabu sebanyak 8 kali.

Walau demikian, Hendra mengatakan pihaknya terus berupaya mengejar bandar besar. Dia menduga jika peredaran narkoba dengan modus tersebut dikendalikan oleh jaringan Lapas.

"Jika diuangkan, barang bukti narkoba dari kedua pelaku mencapai Rp400 juta. Dan menyelamatkan masing-masing 1.000 orang," tutupnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers