web analytics
  

Daftar Jadi Relawan Vaksin, Ridwan Kamil Tunggu Tes Kesehatan

Senin, 10 Agustus 2020 09:58 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Daftar Jadi Relawan Vaksin, Ridwan Kamil Tunggu Tes Kesehatan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Uji klinis vaksin Covid-19,COVID-19,Unpad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mendaftarkan diri menjadi relawan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma dan Universitas Padjajaran di Kota Bandung. Hingga saat ini, dia masih menunggu kepastian apakah dirinya lulus kualifikasi sebagai relawan atau tidak. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mendaftarkan diri menjadi relawan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech bekerja sama dengan Biofarma dan Universitas Padjajaran di Kota Bandung. Hingga saat ini, dia masih menunggu kepastian apakah dirinya lulus kualifikasi sebagai relawan atau tidak.

Untuk lolos menjadi relawan vaksin, calon relawan harus dinyatakan sehat oleh tim dokter yang akan melakukan serangkaian tes kesehatan. Selain itu, calon relawan pun harus berusia antara 18-59 tahun dan berdomisili di Kota Bandung.

"Saya sudah mendaftar, didaftarkan oleh tim kesehatan saya secara online, jadi kuitansi sudah ada. Bahwa ya, saya sudah mendaftar, tapi diterima atau belum, masih menunggu dari sisi kesehatan bahwa saya layak jadi relawan," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam video keterangan resminya, Senin (10/8/2020).

Dia mengatakan, bila lolos, dirinya akan menjalani proses penyuntikan vaksin sebagai relawan sesuai dengan prosedur. Bila tidak, dia akan memaklumi hal tersebut mengingat ada faktor kesehatan yang menjadi syarat krusial seorang relawan.

"Kalau iya (diterima), saya jalani sesuai prosedur tidak ada keistimewaan. Kalaupun tidak, saya permaklumkan, mungkin ada faktor-faktor kesehatan," ungkapnya.

Emil mengatakan, daftarnya dia sebagai relawan menunjukkan bahwa pihaknya tidak serta-merta "mengorbankan rakyat" dalam uji klinis vaksin tersebut. Dia berharap, tindakannya tersebut dapat membuat masyarakat yakin atas kualitas calon vaksin yang akan diujicobakan tersebut.

"Kalau pemimpin ikut, rakyat yakin bahwa semua berproses secara ilmiah. Jadi tidak ada istilah rakyat dikorbankan, pemimpinnya saja tidak yakin. Enggak, semuanya juga ikutan," ungkapnya.

Bila hasil uji klinis tersebut menunjukkan keberhasilan, dia mengatakan, pihaknya akan mengumumkan hal tersebut. Begitupun bila hal sebaliknya terjadi.

"Kalau berhasil, nanti saya sampaikan berhasil. Kalau kurang berhasil juga nanti saya sampaikan kurang berhasil. Kita sama-sama ikhtiar," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers