web analytics
  

Insentif Tenaga Kesehatan Jabar Akhirnya Cair

Senin, 10 Agustus 2020 15:31 WIB
Bandung Raya - Bandung, Insentif Tenaga Kesehatan Jabar Akhirnya Cair, Insentif Tenaga Kesehatan,Tenaga kesehatan,COVID-19,corona

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Insentif untuk tenaga kesehatan di Jawa Barat akhirnya dicairkan. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani, insentif nakes sudah disalurkan ke tempat tugas masing-masing para nakes.

"Alhamdulillah kalau untuk insentif nakes sudah disalurkan ketempat tugas masing-masing para nakes. Sudah disalurkan di hari Jumat kemarin kalau yang dari Dinkes ke masing-masing tempat tugas nakesnya," ujar Berli, seperti diberitakan Republika, Senin (10/8/2020).

Berli menjelaskan, total anggaran dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk 5 kriteria Nakes sebesar Rp10,245 miliar. Sementara itu, dari APBD melalui BTT sebesar Rp23 miliar yang dialokasikan untuk nakes di luar BOK dan juga non-ASN atau Non-nakes.

"Kalau detailnya mah banyak dan saya tak hapal. Karena ada juga untuk non-ASN atau non-nakes," katanya.

Menurut Berli, angka besarannya masih tetap seperti semula yaitu dokter spesialis Rp15 juta per bulan, kemudian dokter umum Rp10 juta, dan untuk perawat dan lain-lain itu Rp 5 juta per bulan.

Menurut Berli, dari insentif APBD Jawa Barat itu per hari Rp460.000. Total nilai insentif pusat dan daerah sekitar Rp33 miliar untuk  41 ribu nakes baik yang berstatus Nakes Pemprov Jabar maupun nakes berstatus lainnya.

"Kalau yang dari APBD Jawa Barat itu untuk tenaga kesehatan provinsi. Yang dari APBD provinsi yang dapatnya itu hanya nakes provinsi Jawa Barat, itu sekitar Rp23 miliar untuk sekitar 3.000-an nakes di lingkungan Pemprov Jabar," katanya.

Berli mengaku, insentif untuk nakes jabar lama dicairkan karena jumlahnya nakes dan rumah sakitnya paling banyak.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjanji pemberian insentif untuk tenaga kesehatan yang ikut menangani kasus virus corona jenis baru (COVID-19) bisa cair pekan ini. 

"Kita sepakat dalam dua hari ini atau maksimal pekan ini insentif tenaga kesehatan akan dicarikan dari APBD provinsi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, saat memimpin rapat Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 Jawa Barat, di Makodam III Siliwangi, Senin (3/8/2020).

Emil pun meminta kepada dinas kesehatan agar tidak berlama-lama mengumpulkan dan memverifikasi data pada nakes yang bekerja di bawah naungan Pemprov Jabar. Jangan sampai mereka sudah lelah bekerja tapi insentif yang dijanjikan selama ini tak juga didapat.

"Hadis saja mengatakan, bayarlah upah mereka sebelum menetes keringatnya. Ini mah sudah kering, retak-retak," kata Emil

Menurut Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja, pendataan di Dinkes Jabar sebenarnya sudah selesai. Keterlambatan dikarenakan penyesuaian apakah nakes yang bekerja benar-benar menangani Covid-19 atau tidak.

"Untuk pemberian insentif ini kan ada beberapa kriteria, misalnya terkait dengan jam kerja, pelayanan, dan lain sebagainya. Nah, Dinas Kesehatan ini sedang menyusun itu semua," papar Setiawan. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers