web analytics
  

Begini Penerapan RPJMD dalam Pembangunan Purwakarta

Senin, 10 Agustus 2020 15:07 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Regional, Begini Penerapan RPJMD dalam Pembangunan Purwakarta, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika,RPJMD,Kabupaten Purwakarta

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (Istimewa)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Purwakarta memiliki slogan "Istimewa". Menurut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, slogan Istimewa memiliki arti luas, salah satunya mengistimewakan masyarakat melalui berbagai kebijakan dan pelayanan publik di segala sektor.

Pada kepemimpinan Ambu Anne sebagai bupati, slogan Purwakarta Istimewa tetap dipakai. Ambu Anne telah menyusun konsep agar membuat wilayah ini semakin istimewa dengan berbagai kebijakan barunya.

Bukan gertak sambal, Anne memang sudah menyiapkan berbagai program unggulan untuk lebih mengistimewakan Purwakarta. Tentunya, modernisasi dan tradisi budaya tetap dipertahankan untuk kemasyuran kabupatennya itu.

Merujuk pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 yang ada di Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Purwakarta, tercatat ada empat program yang menjadi misi Ambu Anne selama memimpin wilayah ini.

Misi tersebut, masing-masing, pertama, meningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Kedua, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan professional.

Ketiga, mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal dan pengembangan pariwisata berwawan lingkungan yang berkelanjutan.

Keempat, mewujudkan perekonomian rakyat yang kokoh berbasis desa.

"Program-program ini sudah tertuang dalam RPJMD 2018-2023," ujar Kepala Bappelitbangda Kabupaten Purwakarta Aep Durohman, belum lama ini.

Dia tak memungkiri, pelaksanaan program kerja di 2020 ini belum bisa berjalan optimal karena pandemi Covid-19. Imbasnya, banyak program kerja tertunda akibat adanya peralihan anggaran, di antaranya untuk penanganan kesehatan, pengaman jaring sosial masyarakat, serta pemulihan ekonomi.

"Banyak program kegiatan prioritas pembangunan yang ada di semua dinas teknis, terimbas wabah ini. Sehingga, banyak pelaksanaannya yang tertunda sampai situasi kembali normal," katanya.

Menurut Aep, kendati belum bisa dipastikan, pihaknya berharap penanganan Covid-19 ini bisa selesai secepatnya. Dengan begitu, program prioritas bupati di tahun 2020 yang telah tercatat di RPJMD itu bisa kembali berjalan. 

Sementara itu, pemerintah telah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021. Tahun depan, tema pembangunan Purwakarta fokus ke pengembangan perekonomian yang berbasis unggulan daerah dengan infrastruktur andal.

Untuk tema pembangunan 2021, lanjut dia, itu lebih mengedepankan pada upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 dan penerapan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru dalam pelaksanaan pembangunan melalui 6 program prioritas pembangunan.

Dia juga merinci apa saja program prioritas yang telah tertuang dalam RKPD tersebut. Masing-masing, penguatan ekonomi kerakyatan dan industri berwawasan lingkungan; peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Kemudian, pemerataan infrastruktur; optimalisasi tata kelola pemerintahan dan repormasi birokrasi; kemudahaan akses pelayanan publik serta jaminan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Terakhir, peningkatan produksi pangan dan produk unggulan masyarakat.

Untuk sektor pendidikan pun, mulai tahun 2020 ini juga sudah terencana. Namun, pengembangan sektor pendidikan lebih ke melengkapi sarana dan prasarananya. Karena, secara kebijakan, program pendidikan berkarakter sudah berjalan cukup efektif.

Jadi, fokus pemkab kedepan lebih kepada penyediaan sarana dan fasilitas penunjangnya. Misalnya, menata kembali jika ada ruang kelas yang mengalami kerusakan. Atau menambah fasilitas lain sebagai penunjang pendidikan.

"Target pemerintah, di setiap kecamatan sudah terdapat SD, SMP dan SMA/sederajat. Saat ini tinggal satu kecamatan lagi yang belum memiliki SMA. Yakni, Kecamatan Pondoksalam. Kedepan akan kita dorong," kata dia.

Selain itu, sambung dia, salah satu prioritas di sektor pendidikan ini, yakni peningkatan kompetensi guru. Kemudian, mengembangkan pusat kecakapan hidup seperti PKBM, bale latihan kerja, hingga menambah armada bis sekolah.

"Ada juga yang menjadi program ibu bupati.  Yakni, program membangun sekolah untuk keterampilan masayakrat atau disingkat SUKMA," kata dia.

Terkait dengan program dan kegiatan 2020 yang tertunda pelaksanaannya karena adanya wabah Covid-19, dia memastikan bisa diusulkan kembali dalam penyusunan RKPD perubahan melalui mekanisme tahapan perencanaan yang berlaku.

"Untuk program dan kegiatan yang tiak memungkinkan dilaksanakan di 2020 ini, dapat diusulkan pada perencanaan 2021, tentunya harus melalui mekanisme tahapan perencanaan yang telah ditetapkan," kata Aep.(ADV)

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers