web analytics
  

Ini Sajian Roti yang Khas dan Unik dari 10 Negara di Dunia

Senin, 10 Agustus 2020 10:31 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Kuliner, Ini Sajian Roti yang Khas dan Unik dari 10 Negara di Dunia, roti,kuliner dunia,sianida,budaya

Roti, sajian yang identik dengan sarapan, ternyata memiliki sejarah yang panjang dan bisa ditemukan di seluruh dunia, merepresentasikan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. (Unsplash.com/Mae Mu)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apakah kamu penggemar roti? Sajian yang biasa kita temukan ketika sarapan ini ternyata memiliki sejarah yang panjang dan sudah dinikmati oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam perjalanan sejarah yang panjang tersebut, roti merepresentasikan budaya yang banyak macamnya di dunia ini.

Sejarawan roti, William Rubel, mengatakan roti pada dasarnya adalah apa yang dikatakan sebuah budaya. Lebih jauh lagi, roti merupakan sajian yang diolah dari biji-bijian pokok seperti gandum, gandum hitam atau jagung menjadi makanan tahan lama yang dahulu digunakan untuk memberi makan tentara atau disimpan untuk musim dingin.

Bahkan sebelum masyarakat pertanian pertama terbentuk sekitar 10.000 SM, pemburu-pengumpul di Gurun Hitam Yordania membuat roti dengan umbi dan biji-bijian lokal. Saat ini, perkembangan dari roti-roti purba tersebut menunjukkan luasnya tradisi makanan dunia kita yang luar biasa.

Berikut daftar 10 sajian roti di seluruh dunia, dengan budaya dan tradisinya masing-masing, dilansir dari CNN.

Bolani, Afghanistan

Roti yang berbentuk pipih tipis ini memiliki cita rasa renyah. Setelah adonan ragi dibuat lembaran tipis, pembuat roti Afghanistan melapisi bolani dengan isian kentang, bayam, atau kacang-kacangan yang berlimpah. Bumbu segar dan daun bawang menambah rasa pada adonan yang kenyal, menghasilkan kerak renyah saat digoreng dengan minyak panas.

Lavash, Armenia

Untuk membentuk roti ini, sekelompok wanita berkumpul untuk menggulung dan meregangkan adonan di atas bantal yang dilapisi jerami atau wol. Dibutuhkan tangan yang terlatih untuk menampar lembaran-lembaran besar itu ke dalam oven tanah liat berbentuk kerucut, untuk memanggang roti dengan cepat.

Roti itu sangat penting bagi budaya Armenia sehingga telah ditetapkan sebagai Warisan Tak Berwujud UNESCO. Biasanya roti ini dikalungkan pada pengantin baru di negara itu untuk memastikan kehidupan yang berkecukupan.

Damper bread, Australia

Roti ini merupakan campuran sederhana dari air, tepung, dan garam yang bisa dimasak langsung di abu, ditekan ke dalam wajan besi, atau bahkan dipanggang di ujung tongkat. Akhir-akhir ini, resep ini kerap menyertakan ragi kimiawi, mentega, dan susu, mengubah makanan pedesaan yang hangat menjadi suguhan yang lebih disempurnakan mirip dengan roti soda Irlandia.

Luchi, Bangladesh

Celupan minyak panas mengubah adonan gandum yang lembut menjadi roti pipih keemasan yang mengembang, cocok dipadukan dengan kari aromatik negara ini. Roti ini adalah pilihan sarapan yang populer di Bangladesh, sering disajikan dengan kari kentang putih. Roti ini juga mudah ditemukan di warung pinggir jalan.

Pão de queijo, Brazil

Roti ini terbuat dari bahan pokok singkong asli Amerika Selatan yang memiliki cukup banyak sianida alami untuk membunuh manusia.

Namun dengan mengolah singkong secara hati-hati dengan siklus perendaman, pengepresan, dan pengeringan, penduduk asli benua itu menemukan cara untuk mengubah akar menjadi kuliner yang tidak terduga. Sekarang, roti ini adalah salah satu cemilan paling enak di Brasil, roti gulung keju yang keraknya renyah dengan bagian dalam yang lembut dan sedikit asam.

Montreal bagels, Kanada

Montreal's Fairmount Bagel adalah toko roti bagel pertama di negara tersebut, dibuka pada tahun 1919. Para pembuat roti menggunakan dayung kayu yang panjang dan ramping untuk memasukkan barisan bagel ke dalam oven berbahan bakar kayu, hingga roti berwarna keemasan.

Di toko tersebut, adonan bagel dicampur dengan telur dan madu, dibentuk menyerupai cincin dan direbus dalam air madu sebelum dipanggang. Hasilnya padat, kenyal dan agak manis.

Marraqueta, Chili

Roti ini merupakan perpaduan antara budaya Chili dengan imigran Eropa yang membawa tradisi roti gandum mereka ke Chili pada abad ke-19 dan awal ke-20.

Dibagi menjadi empat cuping, marraqueta memiliki bagian dalam yang pucat dan halus, tetapi gulungan yang ada di luar adalah kerak renyah. Pembuat roti memasukkan panci berisi air ke dalam oven untuk mendapatkan bagian luar yang renyah tersebut.

Shaobing, Cina

Pembuat roti shaobing berputar dan menampar adonan dengan tipis sehingga produk jadi memiliki 18 lapisan atau lebih. Roti pipih Cina bagian utara ini kemudian dapat dibubuhi isian manis atau gurih, dari pasta wijen hitam hingga daging asap atau lada Sichuan.

Pan cubano, Kuba

Lemak babi yang meleleh memberi sedikit rasa gurih pada roti pan Cubano, remahnya yang lembut kontras dengan kerak yang renyah seperti kerupuk.

Roti ini berbentuk panjang dan berwarna keemasan dengan lapisan di tengahnya, pembuat roti menekan daun palmetto yang sudah dikupas ke dalam adonan sebelum dipanggang untuk membuat retakan khas di sepanjang roti.

Libba, Mesir

Suku Badui yang tinggal nomaden di gurun membuat roti dari tepung terigu setiap hari di api unggun. Sementara beberapa roti Badui lain dipanggang di atas lembaran logam panas, libba dilemparkan langsung ke bara api. Panas yang kuat itu membakar adonan yang renyah dan kecoklatan pada adonan lembut, membuat bagian dalamnya beruap dan lembab. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: CNN
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers