web analytics
  

BUMDes di Cianjur Minta Dilibatkan Suplai Bantuan Sembako

Minggu, 9 Agustus 2020 19:46 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, BUMDes di Cianjur Minta Dilibatkan Suplai Bantuan Sembako, BUMDes,cianjur

BUMDes (Ist)

CIANJURAYOBANDUNG.COM — Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Cianjur mengakui jika semua anggotanya tersebar di lima kecamatan belum siap semuanya untuk menjadi penyuplai barang bantuan sembako dari Kemensos RI.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan keinginan beberapa BUMDes yang meminta pemerintah untuk memberdayakan dalam menyuplai beberapa barang di bantuan sembako yang merupakan program dari Kementerian Sosial RI.

“Ada yang sudah siap dan ada yang belum untuk menjadi penyuplai barang item sembako program dari Kemensos RI,” kata Ketua Forum BUMDes Kabupaten Cianjur Miftah Wardiyana pada rekan wartawan, Minggu (9/8/2020).

Miftah mengakui, sebelumnya memang sempat menjadi perbincangan bersama para pengurus BUMDes se-Kabupaten Cianjur. Apalagi BUMDes di Cianjur ini belum semua terdata pada forum BUMDes di Kabupaten Cianjur sedangkan saat ini saja baru 5 Kecamatan saja se-Kabupaten Cianjur

"Itupun dari 5 Kecamatan pun tidak semua terdata potensi apa yang bisa ditonjolkan oleh desanya masing-masing," ungkapnya. 

Meski begitu, Miftah berharap kedepan BUMDes bisa ikut dan terlibat langsung untuk menjadi penyuplai barang pada program bantuan sembako. 

"Kita memang terkendala di pedoman umum (perum) bantuan sembako tahun 2020. Terkecuali BUMDes terlebih dahulu bekerjasama dengan pihak suplayer penyedia barang bantuan sembako sehingga si barang yang akan keluarkan harus melalui suplier," katanya. 

Sementara itu, tiga BUMDes di Kecamatan Pacet meminta untuk dilibatkan langsung dalam pelaksanaan program bantuan sembako. Bahkan, sudah mendapatkan arahan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur bahwa Bumdes di Kabupaten Cianjur ini akan di prioritaskan untuk menjadi penyuplai barang ke e-Warong kaitan dengan program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) yang kini berubah nama menjadi bantuan sembako dari Kemensos RI. 

"Yang terjadi dilapangan itu sangat berbeda jauh, atau e-Warong ini sudah bekerjasama dengan pihak - pihak luar atau perusahaan - perusahaan besar (suplier),” keluhnya.

Direktur BUMDes Gadog, Yudi Dharmawan mengatakan, bahwa program bantuan sembako tersebut sangatlah jauh dari harapan. Menurutnya, apabila program bantuan sembako tersebut dikerjasamakan dengan Bumdes tentunya banyak manfaat.

"Kalau program bantuan sembako tersebut melibatkan BUMDes, sudah tentu nantinya akan ada hasil yang akan kembali disalurkan lagi ke masyarakat, misalkan dari CSR-nya dan bukan untuk kepentingan pribadi karena ini adalah jelas bagi kepentingan rakyat miskin," jelasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers