web analytics
  

Dampak Pandemi, Wisata Religi Pamijahan Sepi Peziarah

Minggu, 9 Agustus 2020 13:57 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Dampak Pandemi, Wisata Religi Pamijahan Sepi Peziarah, Berita Tasikmalaya,Pamijahan,Wisata Religi,Wisata Tasikmalaya

Wisata Religi Pamijahan Tasik (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari tiga bulan melumpuhkan berbagai aspek kehidupan. Dampak dari penyebaran virus yang konon katanya berasal dari Cina itu bahkan melumpuhkan aktivitas wisata di berbagai daerah. Salah satunya wisata religi Pamijahan yang berada di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Ayotasik.com pun berkesempatan melihat langsung kondisi pamijahan lebih dekat, Sabtu (8/8/2020). Setelah menempuh perjalanan lebih dari 70 Km dengan waktu 2 Jam, Ayotasik.com pun tiba di lokasi ziarah salah satu Waliyulloh Syeik H. Abdul Muhyi.

Kondisi sepinya peziaran sudah tampak mulai dari parkiran. Kondisi parkiran seluas lebih dari 1 haktare tampak kosong. Hanya ada beberapa bis peziarah berflat nomor luar Tasikmalaya. Sepinya peziarah atau pengunjung juga terlihat di jalan menuju makam Syaikh H. Abdul Muhyi. Jalan yang berbentuk gang memanjang tampak sepi dari aktivitas lalu lalang paziarah atau pengunjung.

Kondisi sepinya peziarah diakui kasepuhan pamijahan atau juru kunci KH. Endang Azidin. Paska merebaknya virus Corona di Indonesia pada bulan Maret, turun imbauan dari pemerintah daerah untuk menutup sementara lokasi wisata termasuk wisata religi Pamijahan.

Dengan penutupan itu, otomatis semua aktivitas ziarah sepi dan tidak ada aktivitas kunjungan.

"Pamijahan waktu itu mengukit arahan pemerintah. Dari mulai bulan Maret aktivitas kunjungan semuanya ditutup," kata KH. Endang kepada Ayotasik.com.

Selama aktivitas ziarah ditutup, masyarakat di sekitar makam Syaik H. Abdul Muhyi melakukan istigosah satu minggu sekali setiap Kamis malam di Masjid besar. Istigosah, dilakukan meminta kepada Alloh Swt untuk menghilangkan virus Corona dari bumi Indonesia.

"Selama sepi, kita Tetap berdoa bersama-sama  memajatkan do'a dan permohonan kepada Alloh meminta corona berakhir," ucap KH. Endang.

Hingga saat ini, lanjut KH. Endang, tidak ada satu warga Pamijahan pun tidak ada yang terpapar Covid-19. Karena saat itu, masyarakat ketat menerapkan imbauan dari pemerintah termasuk meminimalisir keluar masuk warga.

"Alhamdulilah, disini tidak ada warga yang terpapar. Karena kita turut pada anjuran pemerintah, termasuk melarang keluarga yang ada di Zona merah untuk pulang ke Pamijahan," ujar KH. Endang.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers