web analytics
  

Ini yang Dikhawatirkan Bill Gates Usai Pandemi Covid-19

Minggu, 9 Agustus 2020 09:13 WIB Republika.co.id
Umum - Internasional, Ini yang Dikhawatirkan Bill Gates Usai Pandemi Covid-19, Bill Gates,peruban iklim,Microsoft,Virus Corona,COVID-19

Pendiri Microsoft Bill Gates. (EPA/Republika)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--baru-baru ini sang pendiri Microsoft, Bill Gates mengungkap ada hal yang lebih parah dari Covid-19. Itu adalah perubahan iklim.

Terbaru melalui blognya sebagaimana dilansir dari CNet di Jakarta, Jum'at (7/8/2020) Gates mengungkap memang saat ini sulit untuk fokus kepada hal lain selain pandemi. Tetapi, upaya untuk perubahan iklim juga harus dipercepat karena kalau tidak, manusia berada di ambang bencana iklim.

Gates yang fokus pada filantropi ini mengatakan telah menemukan inovasi tentang bagaimana menghasilkan listrik, manufaktur produk, dan mengirimkan barang secara global dengan cara nol-karbon. Ia mengungkap hal ini sama pentingnya dengan melakukan tes dan menemukan vaksin Covid-19.

"Jika kalian ingin memahami jenis kerusakan yang akan ditimbulkan oleh perubahan iklim, lihat Covid-19 dan sebarkan rasa sakitnya dalam jangka waktu yang lebih panjang," tulis Gates.

"Hilangnya nyawa dan kesengsaraan ekonomi yang disebabkan pandemi ini setara dengan apa yang akan terjadi secara reguler jika kita tidak menghilangkan emisi karbon dunia," sambungnya.

Gates mengatakan, berdasarkan data angka kematian akibat Covid-19 saat ini sebanyak 14 dari 100.000 orang telah meninggal dunia akibat Covid-19. Namun, lanjut Gates, pada tahun 2100 diprediksi akan terjadi kenaikan temperatur yang akan membunuh 73 dari 100.000 orang.

"Pada 2060, perubahan iklim bisa sama mematikannya dengan Covid-19, dan pada 2100 bisa lima kali lebih mematikan," jelas Gates.

Tak hanya itu, perubahan iklim juga akan mengakibatkan kehancuran ekonomi yang setara dengan kehancuran ekonomi yang dialami jika pandemi seperti Covid-19 terjadi tiap dekade atau 10 tahun.

Walau pandemi virus Corona berhasil menurunkan gas rumah kaca di tahun 2020 karena berkurangnya penggunaan mobil dan pesawat terbang, Gates mengatakan kontribusi ini masih sangat kecil yaitu hanya 8% alias 47 miliar ton karbon.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers