web analytics
  

Penjual Bendera di Singaparna Minim Pembeli

Minggu, 9 Agustus 2020 00:24 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Penjual Bendera di Singaparna Minim Pembeli, penjual bendera,HUT ke-75 Republik Indonesia,Berita Tasik

Pedagang bendera di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, minim pembeli saat pandemi corona. (Ayotasik.com/Irpan Wahab))

SINGAPARNA, AYOBANDUNG.COM -- Pedagang bendera di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, minim pembeli saat pandemi corona.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan yang jatuh tanggal 17 Agustus, sejumlah titik di Singaparna mulai dipadati pedagang yang menjajakan bendera merah putih dengan berbagai ukuran dan kreasi.

Mereka menjual bendera merah putih dengan berbagai macam harga, mulai dari Rp10.000 hingga Rp150.000 tergantung ukuran dan kreasi.

Tajudin (40) salah seorang pedagang di jalan Bojongkoneng, Kecamatan Singaparna, menuturkan, berjualan bendera sejak tanggal 1 Agustus, mulai pukul 08.00 WIB hingg 15.00 WIB. "Tiap tahun oge selalu dagang kalau saya mah, kalau sehari-hari mah jualan topi," ucap Tajudin, Sabtu (8/8/2020).

Namun saat pandemi, kata Tajudin, jumlah pembeli berkurang. Dalam sehari, paling banyak dia hanya bisa menjual 5 bendara. Itupun bendara dengan ukuran sedang dengan harga Rp25.000.

"Paling tiga, paling banyak sehari yang kejual itu lima buah. Gak tahu sekarang sepi, beda sama tahun lalu," ucap Tajudin.

Hal senada dikatakan Misbah (34), warga Leuwisari. Misbah setiap tahun berjualan bendera setiap menjelang hari Kemerdekaan. Pada tahun-tahun lalu sebelum pandemi, dia bisa meraup Rp300.000 hingga Rp700.000 per hari. "Sekarang paling banyak bawa ke rumah Rp70.000, paling tinggi juga Rp150.000," ucap Misbah.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers