web analytics
  

Tanggapan Dirjen Dikti Kemendikbud Soal Klaim Gelar Profesor Hadi Pranoto

Sabtu, 8 Agustus 2020 11:14 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Tanggapan Dirjen Dikti Kemendikbud Soal Klaim Gelar Profesor Hadi Pranoto, Hadi Pranoto,Dirjen Dikti,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),obat covid-19

Hadi Pranoto, (Istimewa)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Belakangan, nama Hadi Pranoto banyak dibincangkan di media sosial maupun media massa. Klaimnya sebagai penemu obat Covid-19 ditentang banyak pihak. Keabsahannya diragukan.


Hadi Pranoto juga mengaku sebagai profesor yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri. Menanggapi hal ini, Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam memastikan tak ada profesor bernama Hadi Pranoto berdasarkan hasil penelusuran database.

"Kalau yang kita lihat di database kita tidak ada yang namanya Professor Hadi Pranoto," ungkapnya ketika ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jumat (7/8/2020).

Nizam menegaskan,obat maupun antibodi untuk penyakit apapun harus melalui tahap uji klinis terlebih dahulu untuk memastikan kandungannya aman dan efektif serta tidak membahayakan. Obat pun harus dipastikan efek hingga dosisnya, dan dipastikan tahapan produksi massalnya.

"Obat atau antibodi atau antibiotik atau apapun itu harus melalui uji klinis untuk memastikan obat itu bukan racun, dan betul-betul menyembuhkan. Efek sampingnya diketahui, kemudian dosisnya dipastikan, produksinya dipastikan, itu baru bisa dikatakan sebagai obat," ungkapnya.

"Kalau itu sudah dilakukan, ya kita bersyukur sekarang sudah ada obat, tapi kalau itu belum dilakukan berarti itu harus dilakukan. Gitu aja," tuturnya.

Nizam menilai kasus Hadi Pranoto merupakan gambaran kepedulian masyarakat untuk turut serta menangani Covid-19. Namun, hal tersebut juga harus disertai kehati-hatian dan didasarkan pada pengetahuan.

"Tapi tolong kita semua hati-hati kalau itu belum proven atau mendapat izin dan diuji klinis apakah aman ataukah betul-betul efektif, jangan dong mengklaim kalau itu obat yang sudah bisa menyelesaikan semuanya," ungkapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat turut berhati-hati apabila mendapatkan klaim penemuan obat. Pastikan terlebih dahulu apakah obat tersebut sudah melalui tahapan uji klinis dan telah disetujui Badan POM dan Kementerian Kesehatan.

"Dan masyarakat juga harus berhati-hati kalau ada klaim ini dan itu pastikan dulu kalau itu sudah melewati uji klinis," ungkapnya. 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers