web analytics
  

Ikuti PBNU, Dedi Mulyadi: Hentikan Ekspor Benih Lobster

Jumat, 7 Agustus 2020 23:11 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Ikuti PBNU, Dedi Mulyadi: Hentikan Ekspor Benih Lobster, Dedi Mulyadi,Ekspor Benih Lobster,DPR RI,PBNU

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta pemerintah mengikuti hasil rekomendasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait larangan ekspor benih lobster.

Dedi mengatakan, kebijakan kebijakan-kebijakan di Indonesia seringkali meminta nasihat dari para ulama terlebih dahulu.

"Nasihat ulama memiliki pandangan jauh ke depan. Bersikap netral dan harus dihormati," kata Dedi melalui telepon, Kamis (7/8/2020).

Meski tidak memiliki kekuatan hukum, Dedi mengatakan hasil kesimpulan dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU harus tetap dihormati dan ditaati.

"Kalau kita mau menggunakan sistem ketaatan ulama, ya, itu fatwa ulama. Artinya bahwa itu ijtihad ulama tentang sebuah masalah, ya, kita harus menghormati. Menurut saya harus dipatuhi (pemerintah) walaupun tidak memiliki kekuatan hukum politik mengikat," ungkapnya.

Dedi pun mengapresiasi sikap dari ulama-ulama PBNU yang memikirkan kelestarian lingkungan. Menurut dia, buah pikiran tersebut sangat mencerminkan pola pikir ulama-ulama modern. 

"Cermin PBNU memiliki kepekaan, cermin ulama, sikap ulama, yang memiliki kepekaan terhadap konservasi dan masa depan bangsa. Sikap ulama seperti ini sangat ditunggu dalam khasanah berpikir tentang lingkungan di Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah menghentikan kebijakan ekspor benih bening lobster (BBL). Menurut NU, seharusnya pemerintah mengekspor lobster dewasa. Sebab, mengekspor benih lobster dinilai hanya merugikan masyarakat.

Keputusan PBNU ini tertuang dalam hasil bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Nomor 06 Tahun 2020 tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster. Keputusan ini ditandatangani oleh Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU Nadjib Hassan dan Sekretaris Sarmidi Husna pada 4 Agustus 2020.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers