web analytics
  

Seimbangan Ekonomi dan Kesehatan, Mendagri Tito: Masih Cari Rumusnya

Jumat, 7 Agustus 2020 22:26 WIB
Umum - Nasional, Seimbangan Ekonomi dan Kesehatan, Mendagri Tito: Masih Cari Rumusnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian,Keseimbangan Ekonomi dan Kesehatan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. ([email protected])

MALANG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan keberlangsungan sektor perekonomian dan menjaga kesehatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Menurut Tito, di tengah pandemi Covid-19 seluruh dunia menghadapi situasi serupa.

"Semua berjuang untuk menyelamatkan keduanya, harus ada keseimbangan. Semua mencari rumusan masing-masing, tidak ada rumusan pasti," kata Tito di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (7/8/2020).

Mendagri mengatakan, salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi efek domino pada sektor perekonomian adalah dengan disalurkannya bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Indonesia.
Dengan adanya bansos tersebutdiharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah pandemi.

"Sementara untuk sektor kesehatan, pemerintah meningkatkan pelayanan serta berupaya menekan penyebaran virus Corona," katanya.

Tito menjelaskan, di Indonesia, masing-masing daerah memiliki karakteristik berbeda. Oleh karena itu, tiap-tiap kepala daerah diharapkan melakukan inovasi untuk menyelamatkan sektor perekonomian, dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat agar tidak terpapar virus .

Menurut dia, dua sektor tersebut, jika tidak diseimbangkan bisa menimbulkan masalah yang cukup besar. Jika pemerintah hanya fokus pada penanganan Covid-19 tanpa menjaga perekonomian, maka pelayanan kesehatan juga bisa terdampak cukup besar.

"Keduanya harus diselamatkan. Jika perekonomian tertekan, kemampuan penanganan kesehatan publik akan melemah. Sebaliknya, jika hanya fokus pada ekonomi, korban akan berjatuhan, dan krisis kemanusiaan terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, di Indonesia tidak bisa menerapkan "lockdown" seperti negara-negara lain pada saat menangani penyebaran Covid-19. Hal tersebut disebabkan kondisi geografis Indonesia yang berbeda dengan negara lain, termasuk mobilitas masyarakat cukup tinggi.

"Di Pulau Jawa saja ada 150 juta penduduk. Hampir tidak ada batas alam antardaerah, dan untuk melakukan karantina wilayahsulit," kata Tito.

Ia menjelaskan, proteksi yang paling efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak ada kerumunan sosial yang memiliki risiko tinggi menyebarkan virus Corona.

Namun, menurut Tito, untuk menerapkan empat protokol kesehatan yang cukup sederhana tersebut tidaklah mudah. Banyak di antara masyarakat Indonesia yang masih belum paham terkait pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers