web analytics
  

Donald Trump Sebut Joe Biden Menentang Tuhan

Jumat, 7 Agustus 2020 21:17 WIB Suara.com
Umum - Internasional, Donald Trump Sebut Joe Biden Menentang Tuhan, Presiden AS Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump. (AFP/Mendel Ngan)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM -- Presiden AS Donald Trump yang sedang berjuang mempertahankan kekuasannya dalam pemilu AS 2020 mendatang menyebut lawannya, Joe Biden sebagai sosok yang menentang Tuhan.

Menyadur BBC News pada Jumat (7/08/2020), hal ini diungkapkan Trump ketika ia mengunjungi Ohio, kota yang membawanya pada kemenangan saat pilpres sebelumnya.

"Dia (Joe Biden) menentang Tuhan. Dia mengikuti agenda kiri radikal," ungkap Donald Trump dengan gaya bicara yang khas. Trump, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Presbyterian, terus menyudutkan Joe Biden dari sisi rohani.

"Singkirkan senjatamu, hancurkan Amandemen Kedua Anda. Tidak ada agama, tidak ada apa pun, menyakiti Alkitab, menyakiti Tuhan."

"Dia melawan Tuhan, dia melawan senjata, dia melawan energi, jenis energi kita," cecarnya.

Donald Trump mengatakan hal ini kala melakukan kunjungan resmi di pabrik mesin cuci dan atas hal ini, ia dituduh menyalahgunakan platform kepresidenan untuk keuntungan politik.

Trump menyuntikkan retorika gaya kampanye saat kunjungan resmi yang didanai pembayar pajak yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kebijakan pemerintah AS.

Sementara itu, Joe Biden melalui juru bicaranya menekankan bahwa ia adalah seorang Katolik taat.

Ia sering menyinggung, bagaimana agama bisa membantunya saat menghadapi musibah seperti kematian istri dan anak pertamanya dalam kecelakaan mobil tahun 1972 silam.

"Keyakinan Joe Biden adalah inti dari jati dirinya, dia menjalaninya dengan bermartabat sepanjang hidupnya," ungkap Andrew Bates, juru bicara Joe Biden pada hari Kamis.

"Dan itu (agama) menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan untuk Joe Biden saat ia mengalami masa sulit yang ekstrim," lanjutnya.

Dalam sebuah wawancara, Biden berkata bahwa komunitas Afrika-Amerika itu homogen dan komentar Trump digambarkan sebagai hal yang sangat menghina.

"Apa yang kalian semua tahu tapi kebanyakan orang tidak tahu, tidak seperti komunitas Afrika Amerika dengan pengecualian penting, komunitas Latino adalah komunitas yang sangat beragam dengan sikap yang berbeda tentang hal-hal yang berbeda."

Dia kemudian mengeluarkan permintaan maaf di Twitter atas komentar ini.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers