web analytics
  

Awal Kemarau, Sumur Warga Bandung Barat Mulai Menyusut

Jumat, 7 Agustus 2020 19:37 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Awal Kemarau, Sumur Warga Bandung Barat Mulai Menyusut, Sumur Menyusut,Kekeringan di KBB,Musim Kemarau

Sumur. (Irfan Al-Faritsi)

SINDANGKERTA, AYOBANDUNG.COM -- Memasuki musim kemarau air sumur warga Kampung Peusing Girang RT 05/RW 02 Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mulai menyusut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga sekitar setiap pagi dan sore mengambil air ke beberapa sumur yang masih ada airnya. Antrean warga untuk mendapat air bersih sudah mulai terjadi di sumur MTs Nurul Mukhtariyah.

"Air sumur keluarnya mulai sedikit. Kalau ditimba pagi, siang atau sorenya tak ada lagi airnya," kata Rizal, Ketua RT setempat saat dihubungi Ayobandung.com, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, kekeringan akan semakin bertambah parah jika sampai terjadi kemarau panjang. Bukan hanya sumur warga tapi air di sarana ibadah juga mulai kesulitan air.

"Untungnya ada sumur di sekolah yang airnya tak pernah surut. Jadi kami bisa mengambil air di sana," imbuhnya.

Anggota Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Sindangkerta Arif Surahman mengungkapkan, sumur di Kampung Peusing Girang kebanyakan sumur gali yang hanya memiliki kedalaman sekitar 10 meter.

Sumur model ini pada musim hujan air cukup melimpah, tapi begitu mulai memasuki musim kemarau ketinggian air sumur terus menyusut.

"Pemilik sumur bor jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Karena memang biaya yang mesti dikeluarkan cukup besar, sulit dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Arif. 

Terpisah, Ketua Yayasan Nurul Mukhtariyah, Saiful Rachman mengakui, setiap musim kemarau sumur warga banyak yang kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga memanfaatkan air bersih yang ada di dalam lingkungan sekolah.

Warga memanfaatkan air sumur tersebut, karena sumber air terdekat berada di Kampung Cipataruman berjarak sekitar 0,5 kilometer. Sedangkan untuk cuci pakaian harus Sungai Cijere yang berjarak sekitar 1 kilometer.

"Kebetulan air Sungai Cijere masih bersih belum terkontiminasi limbah seperti halnya Sungai Citarum. Memang pada musim kemarau seperti sekarang debit airnya juga ikut menyusut tapi masih ada. Kalau air sumur dimanfaatkan untuk minum dan memasak," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers