web analytics
  

Pemkot Bandung Perketat Syarat Dibukanya Tempat Hiburan Malam

Jumat, 7 Agustus 2020 18:36 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Perketat Syarat Dibukanya Tempat Hiburan Malam, Wali Kota Bandung Oded M Danial

Tempat Hiburan Malam (Pixabay)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini, izin operasional tempat hiburan malam di Kota Bandung di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) belum kunjung turun.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan pihaknya akan memperketat syarat dibukanya kembali tempat-tempat hiburan malam tersebut demi keamanan.

Ia mengatakan, tempat hiburan malam meliputi karaoke, diskotik, pub, bar dan bioskop yang akan kembali beroperasi harus memiliki izin secara perseorangan. Dalam artian, masing-masing tempat usaha harus memiliki izinnya tersendiri.

"Sektor hiburan malam seperti karaoke, diskotik, dan pub itu masih berat. Akan ada relaksasi dengan seleksi protokol kesehatan secara ketat, dengan catatan semua harus mengusulkan untuk masing-masing lokasi," ungkap Oded dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Jumat (7/8/2020).

Ia mengatakan, setelah muncul pengajuan dari pemilik tempat usaha hiburan malam, Pemkot Bandung melalui Gugus Tugas Covid-19 Bandung akan melakukan survey dan peninjauan ke tempat usaha yang bersangkutan. Hal ini untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan secara ketat.

"Kalaupun mereka sudah mengusulkan kemudian disurvey dan tidak lolos, maka tidak akan diberikan persetujuan. Saking beratnya membuka tempat hiburan ini," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pengajuan izin harus dilakukan pemilik tempat usaha untuk masing-masing tempat hiburan. Izin tidak diajukan secara kolektif melalui asosiasi.

"Masing-masing tempat usaha, tidak lewat asosiasi karena ini berat. Saya ingin yakin semua titik ada tanggung jawab," ungkapnya.

Ia juga meminta agar para petugas hiburan malam mendapat jaminan dari pemilik usaha bahwa mereka terbebas dari Covid-19.

"Petugas hiburan harus ada jaminan dari pengusaha bahwa mereka bebas (dari Covid-19) dengan tes swab atau rapid," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers