web analytics
  

Selama Pandemi, Grab Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pelaku UMKM dan Pekerja Lepas Bandung

Jumat, 7 Agustus 2020 14:58 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Selama Pandemi, Grab Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pelaku UMKM dan Pekerja Lepas Bandung, Grab,UMKM,Pelaku UMKM,Berita Bandung

Selama Pandemi, Grab Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pelaku UMKM dan Pekerja Lepas Bandung (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Selama pandemi Covid-19 melanda, banyak kisah pilu yang muncul dari para pekerja lepas ataupun para pegiat usaha rumahan yang harus kehilangan pendapatannya. Usaha yang gulung tikar hingga para pekerja yang dirumahkan menjadi kabar yang beredar di masyarakat setiap harinya.

Namun, hal tersebut tak berlaku bagi Idah Sri Astuti (42). Idah adalah warga Kota Bandung yang sehari-harinya mengais rezeki dari usaha jahit dan meyambi kerja sebagai guru TK.

Untuk menambah pemasukan harian, Idah memutuskan untuk pun bergabung sebagai mitra GrabKios pada 2018 dengan sedikit modal yang didapatkan dari penghasilan bulanan suaminya. Ia menawarkan layanan pembayaran tagihan via Grab pada rekan-rekannya.

Tak disangka, kegiatan yang mulanya hanya dijadikan penghasilan tambahan tersebut dapat menjadi hal yang diandalkan di masa pandemi. Selama menjadi mitra GrabKios, Idah mengaku sempat mengalami rekor penghasilan terbanyak dibandingkan pada saat dirinya membuka usaha jahit.

"Awalnya saya menawarkan ke teman-teman penjahit dan tetangga dekat untuk beli pulsa, bayar tagihan, dan transfer uang lewat saya," ungkapnya dalam konferensi pers peluncuran program #TerusUsaha Grab Indonesia di Bandung, Kamis (6/8/2020).

"Pernah dalam satu bulan, saya mendapatkan rekor penjualan sangat besar. Pendapatan saya dari GrabKios meningkat hingga 200% apabila dibandingkan dengan penghasilan dari menjahit," jelas Idah.

Ia menuturkan, selama pandemi, pesanan dari pelanggan jahit berhenti total. Sehingga, ia mengandalkan penghasilannya dari GrabKios dan mengajar untuk menyambung kehidupan sehari-hari.

"Alhamdulillah pemasukan saya masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan dua anak. Dengan membuka usaha GrabKios, saya tidak pernah mengenal istilah ‘gali lobang, tutup lobang’," ungkapnya.

Kisah tersebut tak hanya dialami oleh Idah. Berdasarkan riset yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, kualitas hidup pelaku UMKM dan pekerja lepas atau gig worker di Kota Bandung meningkat hingga 11%.

Data tersebut didasarkan pada riset yang dilakukan pada Januari 2020 terhadap 5.008 responden mitra GrabBike, GrabCar, GrabFood dan GrabKiosk di Kota Bandung. Secara umum, Grab Indonesia memberi kontribus pada peningkatan kualitas hidup dan ketangguhan ekonomi para mitra.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyadi Suparno mengatakan, berdasarkan riset tersebut diketahi bahwa mitra merchant GrabFood Bandung yang disurvei mengalami peningkatan pendapatan rata-rata hingga 37% sejak bergabung.  Sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Bandung per-bulannya meningkat 11% sejak bergabung.

Selain itu, 50% mitra GrabFood pun diketahui mampu meningkatkan pendapatannya tanpa melakukan penambahan investasi. Hal tersebut dinilai mustahil dilakukan bila merujuk pada rumus bisnis konvensional.

"Kalau bisnis biasa, ketika seseorang mau meningkatkan pendapatan ya harus memperluas dapur, meningkatkan kualitas dan sebagainya. Karena ini bisnis digital, jadi hal tersebut (meningkatkan pendapatan) bisa dilakukan dengan mudah,"paparnya.

Di samping itu, peningkatan pendapatan bulanan juga dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di kota Bandung. Rata-rata peningkatan pendapatan masing-masing sebesar 64% dan 138% per-bulan.

"Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman," ungkapnya.

Lebih lanjut, Riyadi mengungkapkan, sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi, terutama di masa pandemi Covid-19. Geliat bisnis dari sektor ini disebut dapat mendukung Indonesia memulihkan kondisi ekonominya.

 “Saat Indonesia mulai beradaptasi di masa pandemi Covid-19, kami percaya platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Indonesia menuju pemulihan ekonomi. Tahun lalu kita sudah lihat bagaimana gig economy yang didukung oleh teknologi Grab memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi Jawa Barat," ungkapnya.

Tahun lalu, CSIS dan Tenggara Strategics juga telah merilis studi serupa yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab. Hasilnya menunjukan bahwa kontribusi sektor tersebut melalui Grab mencapai Rp10,1 triliun di Jawa Barat. 

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers