web analytics
  

Sekolah Tatap Muka di Jabar Hanya bagi Kecamatan Zona Hijau dan Minim Internet

Jumat, 7 Agustus 2020 12:42 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Sekolah Tatap Muka di Jabar Hanya bagi Kecamatan Zona Hijau dan Minim Internet, Zona Hijau,Sekolah Tatap Muka,kecamatan zona hijau,daerah minim internet,pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi. (Istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat masih terus melakukan verifikasi terhadap sekolah di kecamatan-kecamatan zona hijau di Jabar terkait rencana pelaksanaan sekolah tatap muka. Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, tidak semua sekolah di kecamatan zona hijau dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Dia menyebutkan, banyak indikator yang menjadi pertimbangan untuk memperkenankan suatu sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Salah satunya konektivitas internet di wilayah sekolah yang bersangkutan.

"Zona hijau itu mutlak, tapi konektivitas internetnya juga dilihat. Kecamatan dengan konektivitas internet yang masih bagus dan bisa melaksanakan sekolah daring, maka tidak perlu ada tatap muka," ungkap Dedi dalam konferensi pers di GOR Saparua Bandung, Jumat (7/8/2020).

Dia mengatakan, berdasarkan pantauan, saat ini juga sudah terdapat beberapa sekolah di zona hijau yang siswanya kesulitan mengakses internet. Para siswa di daerah-daerah tersebut saat ini melakukan pembelajaran melalui skema rombongan belajar.

"Kemudian lokasi siswa, (diprioritaskan) yang masih ada di kawasan blank spot (dari internet)," ungkapnya.

Selain konektivitas internet, dia mengatakan, setidaknya ada 11 poin lainnya yang harus dipenuhi sebuah sekolah sebelum diizinkan menggelar sekolah tatap muka secara terbatas. Poin tersebut mulai dari kesiapan protokol kesehatan hingga izin dari orang tua siswa.

"Di 228 kecamatan zona hijau itu masih kami verifikasi, belum semua pasti tatap muka. Kami butuh 2 pekan untuk verifikasi," ungkapnya.

Dedi menyebutkan, dari seluruh sekolah yang berada di 228 kecamatan zona hijau di Jabar, hanya kisaran 20% di antaranya yang kemungkinan mendapat izin menggelar pembelajaran tatap muka.

"Kisaran kami dari 228 (kecamatan) itu, paling yang terverifikasi kurang lebih 20%-nya," ungkapnya.

Kalaupun diizinkan untuk menjalankan pembelajaran tatap muka, dia mengatakan, aturan yang dijalankan tetap ketat dan terbatas. Misalnya, hanya boleh menyelenggarakan maksimal 4 jam tatap muka untuk pelajaran-pelajaran tertentu.

Dia berharap, seluruh sekolah yang nantinya diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka dapat mengindahkan seluruh aturan yang berlaku.

"Anak punya hak untuk hidup, hak sehat, baru hak mendapat pendidikan. Kesehatan adalah yang utama," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers