web analytics
  

5 Tip bagi yang Pertama Kali Menderita Penyakit Mental

Jumat, 7 Agustus 2020 10:58 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, 5 Tip bagi yang Pertama Kali Menderita Penyakit Mental, Kesehatan Mental,Cemas,Gelisah,depresi

Berikut tips yang bisa Anda ikuti apabila Anda mengalami gangguan mental untuk pertama kalinya. (Bustle/Andrew Zaeh)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Apabila Anda merasa lebih depresi atau gelisah dari biasanya, jangan berkecil hati! Anda tidak sendirian.

Pandemi Covid-19 merampas waktu kita dengan orang-orang yang kita sayang, makan di luar, dan berbagai kenikmatan sederhana yang dulu bisa dinikmati.

“Stres, kecemasan, dan depresi yang orang-orang rasakan sekarang sebagai reaksi lingkungan mereka sangatlah normal dan dimaklumi,” kata Amanda Sellers, seorang psikolog yang ahli di bidang kesehatan dan kecemasan perempuan.

Apabila Anda merasa lebih depresi atau gelisah dari biasanya di tengah pandemi ini, Anda memiliki reaksi normal untuk situasi abnormal.

1. Bagaimana saya tahu saya memiliki kecemasan atau depresi?

Caranya sederhana. Gelisah dan depresi adalah reaksi wajar di tengah pandemi yang merenggut berbagai kebahagiaan. Namun, apakah kecemasan dan depresi itu menghambat Anda beraktivitas?

Kecemasan dan depresi yang sesungguhnya akan merusak nafsu makan atau jam tidur, membuat Anda tidak bisa memikirkan hal lain selain kecemasan, dan membuat Anda merasa putus asa serta ingin bunuh diri.

Apabila Anda sudah merasakan salah satu dari ketiga hal tersebut, sudah waktunya Anda terapi.

2. Bagaimana caranya saya bicara pada dokter tentang kesehatan mental saya?

Apabila Anda belum pernah terapi, berbicara pada seorang dokter tentang perasaan Anda memang menakutkan. Anda akan lebih khawatir tentang kata-kata yang tepat untuk menjelaskan perasaan Anda.

Sebelum ke dokter, Anda disarankan membaca portal-portal informasi tentang penyakit Anda. Situs “American Psychological Association” berisi berbagai informasi mumpuni untuk memahami penyakit Anda.

Selain membaca, Anda bisa mengikuti informasi dari akun media sosial berbagai psikolog.

Di tengah pandemi, jangan sampai Anda berkecil hati tentang terapi lewat Zoom. Lihatlah sisi positifnya. Anda berada di rumah Anda, di tengah lingkungan yang familier.

3. Bagaimana saya tahu tentang waktu yang tepat memulai minum obat?

Apabila Anda merasakan depresi atau kecemasan untuk pertama kali, wajar Anda “penasaran” untuk mencoba obat.

Meskipun obat-obatan bisa menjadi solusi untuk sejumlah orang, meminumnya untuk pertama kali harus dipikirkan baik-baik. Lebih baik Anda terapi dahulu dan tunggu keputusan dokter Anda mengenai obat serta dosis yang cocok.

Obat depresi dan kecemasan memiliki efek beragam untuk setiap orang. Meminum obat tanpa instruksi jelas justru bisa memperparah kondisi Anda.

4. Bagaimana saya bisa memulai pengobatan apabila tidak bisa beranjak dari kasur?

Motivasi rendah adalah gejala umum depresi. Saat Anda sedang depresi berat, Anda akan terlalu malas untuk mandi, apalagi memulai terapi.

“Saat merasa seperti ini, penting untuk mendorong diri agar makan, mandi, dan menelepon ahli terapi meskipun kita tidak mau,” tutur Amanda.

Percayalah, memang sulit mengumpulkan motivasi untuk melakukannya. Namun, nantinya Anda akan menyadari hal-hal tersebut memang baik untuk Anda.

5. Bagaimana saya bisa mengabaikan stigma terapi mental?

Sampai saat ini, stigmatisasi mereka yang pergi terapi mental masih kental akan kelemahan. Padahal, seseorang yang berani mengakui penyakitnya dan mencari penyembuhan adalah orang kuat.

Anda berani mengambil alih hidup Anda sendiri dan menyetirnya ke arah yang Anda mau.

Apabila Anda masih belum siap berkunjung ke dokter, Anda bisa memulai dahulu dari akun-akun media sosial berbagai psikolog. Carilah motivasi dan validasi yang Anda butuhkan, lalu datanglah terapi.

Semoga lekas sembuh, ya! (Farah Tifa Aghnia)

Sumber: Allure
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers