web analytics
  

Ini Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi

Jumat, 7 Agustus 2020 10:15 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Ini Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi, wisata,Pemulihan Ekonomi,Kemenkeu,Kartu Prakerja,Bantuan Sembako,pkh

Sejumlah pengunjung berenang di Pantai Pangandaran, Sabtu (18/7/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Farisi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi nasional sudah terasa sangat besar.

Laju ekonomi kuartal I 2020 tercatat 2,97% atau terkontraksi 2,41% dibanding kuartal IV 2019. Kontraksi mendalam juga dihadapi negara-negara lain di dunia. IMF memprediksi kontraksi ekonomi global hingga -4,9%. Bank Dunia mematok angka lebih rendah di kisaran -5,2%.

“Saat ini yang terkena itu masyarakat juga, tidak hanya sektor keuangan. Hit-nya double, di supply dan demand. Darimana demand? Karena kita harus lockdown, bahkan ada beberapa yang tidak boleh kerja. Artinya mereka akan menurunkan konsumsi. Lalu, pada saat yang sama, produksi juga berhenti. Artinya apa? Pressure terhadap supply juga luar biasa besar," ungkap Plt. Kepala Kebijakan Pusat Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Adi Budiarso, Jumat (7/8/2020).

Tak hanya menekan angka pertumbuhan, pandemi berpotensi menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Penduduk miskin bisa bertambah antara 3,02 hinga 5,71 juta orang. Angka pengangguran dapat naik jumlah hingga jutaan. Langkah extraordinary dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi upaya mengatasi kondisi tak menyenangkan ini. 

“Supaya tidak terpuruk terlalu dalam dan memakan banyak korban, standar kesehatan harus tinggi, tetapi dari sisi ekonomi, kita memitigasi risikonya juga harus kuat,” tegas pria yang meraih gelar Doctor dari Universitas of Canberra tersebut. 

Pendekatan dalam program PEN memberikan stimulus secara komprehensif baik dari sisi demand maupun supply. Dari sisi demand, stimulus bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Bentuknya berupa program perlindungan sosial baik yang bersifat perluasan dari program existing maupun program-program baru. 

Program existing meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja. Sementara itu, program-program baru terdiri atas Bantuan Sembako Jabodetabek, Bansos Tunai Non Jabodetak, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, dan diskon listrik. 

“Pertama adalah menyelamatkan kehidupan. Kalau tidak ada penerimaan, mereka tidak bisa makan. Makanya pemerintah jor-joran ke situ,” terang Adi.

Dari sisi supply, pemberian insentif perpajakan dan dukungan untuk dunia usaha ditujukan untuk mempertahankan aktivitas usaha sekaligus meningkatkan produksi nasional. 

“Yang menarik, insentif perpajakan ini juga kita dorong untuk kebijakan yang lebih green. Misalnya, investasi baru yang menggunakan energi terbarukan kita kasih support dengan tax holiday,” ujar Adi yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral BKF.

Rentang stimulus yang diberikan mempertimbangkan waktu pandemi Covid-19, dari survival mode hingga recovery mode. Dengan akses bantuan yang luas dan terbuka, diharapkan penanganan efektif dapat dipercepat sehingga ekonomi nasional dapat terhindar dari krisis lebih dalam.

Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto berpendapat perlu ada monitoring dan evaluasi secara bersama baik Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjaminan Simpanan terhadap kondisi dan perkembangan industri jasa keuangan secara berkala.

Proses monitoring dan evaluasi implementasi PEN kini berjalan rutin. Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) serta aparat penegak hukum (KPK, Kejaksaan dan POLRI) melakukan monitoring, evaluasi, serta pengendalian pelaksanaan program-program PEN. Di internal Kementerian Keuangan, proses monitoring dan evaluasi dilakukan secara berjenjang. 

“Menteri Keuangan waktu itu telah menunjuk Tim Monev PEN yang diketuai Wakil Menteri Keuangan. Di tim itu ada empat sub tim besar,” ungkap Adi.

Proses monitoring dan evaluasi dimulai dari kelompok kerja yang dipimpin oleh Pejabat Eselon I yang dilakukan setiap hari, laporan ke Wakil Menteri Keuangan setiap 3 hari, dan laporan ke Menteri Keuangan setiap minggu. Dalam setiap jenjang, dibahas perkembangan pelaksanaan program, identifikasi permasalahan, dan perumusan solusi untuk mengakselerasi dan mendorong efektivitas program. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Kanwil DJP Jabar I Sabet Penghargaan Menkeu Sri Mulyani

Finansial Rabu, 27 Januari 2021 | 19:03 WIB

Menteri Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penghargaan kepada Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (...

Bisnis - Finansial, Kanwil DJP Jabar I Sabet Penghargaan Menkeu Sri Mulyani, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,Penghargaan Menkeu Sri Mulyani,Kanwil DJP Jabar I

Mega Merger Tiga Bank Syariah Dapat Restu dari OJK

Finansial Rabu, 27 Januari 2021 | 18:25 WIB

Merger tiga bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia dapat persetujuan OJK

Bisnis - Finansial, Mega Merger Tiga Bank Syariah Dapat Restu dari OJK, syariah,Bank Syariah Indonesia,Merger tiga bank syariah,perbankan

BCA Digugat Rp 10 Miliar ke PN Jaksel

Finansial Selasa, 26 Januari 2021 | 16:51 WIB

PT Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA sedang dirundung permasalahan hukum lantaran digugat oleh Sri Bintang Pamungkas.

Bisnis - Finansial, BCA Digugat Rp 10 Miliar ke PN Jaksel, BCA,BCA digugat,BCA Digugat Rp10M,Kasus BCA

Inovasi Kolaborasi bank bjb Hantarkan Kabupaten Cirebon Menuju Smart C...

Finansial Selasa, 26 Januari 2021 | 16:46 WIB

Digitalisasi dan elektronifikasi pelayanan publik menjadi salah satu keniscayaan yang dihadirkan oleh kemajuan teknologi...

Bisnis - Finansial, Inovasi Kolaborasi bank bjb Hantarkan Kabupaten Cirebon Menuju Smart City, Cirebon Smart City,Inovasi bjb,bank bjb,bank bjb Soreang

Gandeng Perhutani dan PTPN III, PLN Optimistis Tingkatkan Bauran EBT

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 22:56 WIB

Melalui pilar Green dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Komi...

Bisnis - Finansial, Gandeng Perhutani dan PTPN III, PLN Optimistis Tingkatkan Bauran EBT, PLN,Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN bank bjb

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 11:43 WIB

Di tengah wabah Covid-19 merebak dan memukul para pelaku UMKM, Kopi Seru mampu menunjukkan kinerja bisnis yang terus men...

Bisnis - Finansial, UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN bank bjb, program pemulihan ekonomi nasional (PEN),bank bjb,program bjb PENtas,Kopi Seru,UMKM

Kisah Inspiratif Pengusaha Fashion Bandung, Hindari PHK Pegawai Saat P...

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 11:24 WIB

Perusahaan sehat bisa menghindari pengangguran baru akibat pemutusan kerja pegawai.

Bisnis - Finansial, Kisah Inspiratif Pengusaha Fashion Bandung, Hindari PHK Pegawai Saat Pandemi, UMKM Bandung,UMKM Bandung Terdampak Pandemi,Motzint Original,Motzint,Pelaku UMKM,UMKM di tengah Covid-19

Tips UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Finansial Jumat, 22 Januari 2021 | 01:03 WIB

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi salah satu sektor terdampak pandemi Covid-19, padahal lebih dari 61 persen Produk...

Bisnis - Finansial, Tips UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),Tips Usaha,United Nations Development Programme (UNDP)

artikel terkait

dewanpers