web analytics
  

Kontroversi Panjat Pinang, Menyenangkan Meski Mematikan

Jumat, 7 Agustus 2020 06:23 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, Kontroversi Panjat Pinang, Menyenangkan Meski Mematikan, panjat pinang,lomba 17 Agustus,HUT RI

Panjat pinang merupakan permainan kemerdekaan Indonesia yang penuh kontroversi, menyenangkan namun berbahaya. (Dokumentasi Historium.net)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Hari Kemerdekaan ke-75 Indonesia akan jatuh pada Senin (17/8/2020). Meskipun ada pandemi, spekulasi mengenai perayaan bulan ini tetap berjalan.

Hampir semua daerah Indonesia yang merayakan kemerdekaan pasti menyelenggarakan satu permainan ini: panjat pinang.

Siapa yang tidak tahu panjat pinang? Permainan ini mudah terlihat saat sedang dilakukan karena dasar permainan yang terletak pada panjat tiang tinggi dilumuri oli. Selain tiang, pohon pinang asli juga bisa digunakan.

Sayangnya, permainan yang turun temurun dilakukan sejak zaman kolonial Belanda ini memiliki sisi kelamnya sendiri. Dari sejarahnya pun, esensi permainan ini cukup kelam.

Panjat pinang bukanlah permainan khas Indonesia. Permainan yang pertama kali diperkenalkan oleh Belanda ini sudah ada jauh sebelum Belanda menjajah.

Letak distingsi antara panjat pinang versi luar dan Indonesia yang dibawa Belanda adalah esensi nasionalismenya.

Panjat pinang merupakan acara yang kerap diselenggarakan Belanda sebagai hiburan. Pesertanya khusus pribumi dan hadiahnya saat itu adalah bahan pokok seperti gula, beras, dan sejenisnya. Pasalnya, dahulu pribumi Indonesia hidup miskin sehingga tidak mampu membeli barang-barang tersebut.

Saat ada peserta yang terjatuh dari pinang, entah apapun cederanya, orang-orang Belanda yang menonton akan tertawa.

Berdasarkan sejarah ini—yang pada dasarnya mengolok-olok kemiskinan orang Indonesia oleh penjajah—Wali Kota Langsa, Aceh, Usman Abdullah melarang panjat pinang di perayaan tahun lalu.

Selain itu, seperti kekhawatiran masyarakat kebanyakan, panjat pinang itu berbahaya.

Seorang warga Bandung meninggal saat jatuh dari ketinggian 7 meter panjat pinang pada tahun 2017. Tahun 2018, seorang warga Sukabumi pun meninggal karena jatuh saat panjat pinang. Tahun 2019, seorang warga Medan juga meninggal karena panjat pinang.

Namun, dilansir dari berbagai komentar warganet di tulisan yang “membuka” sisi kelam panjat pinang, masyarakat umumnya masih menginginkan panjat pinang.

yang bikin seru waktu lomba agustusan panjat pinang sih sebenernya jadi kalo gaada pasti rasanya sepi,” komentar salah satu warganet, Alfiyatul Mubarokah.

Ada pula warganet yang beradu argumen untuk melihat sisi positifnya. Panjat pinang memang selalu diadvokasikan sebagai ajang gotong royong dan kerja sama. Strategi tim harus dipikirkan agar ada setidaknya satu orang yang sampai di puncak.

Di puncak adalah berbagai hadiah yang diperebutkan. Apabila panjat pinang zaman Belanda memperebutkan bahan pokok, zaman sekarang kebanyakan barang elektronik. Bahkan, pernah ada panjat pinang yang menggantungkan kunci motor, simbolik hadiah motor.

Berbagai saran alternatif teknis permainan panjat pinang yang aman sudah diberikan. Ada yang menyarankan memanjat pinang di tengah air yang cukup dalam, seperti Kanada. Ada pula yang menyarankan mengubah tiang menjadi horizontal di atas air, seperti Amerika Serikat.

Selain berbahaya, tahun ini perayaan kemerdekaan pun bisa terhambat oleh Covid-19. Apakah kira-kira panjat pinang akan diselenggarakan tahun ini? (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers