web analytics
  

Ironi Masker Scuba, Diminati Tapi Minim Melindungi

Kamis, 6 Agustus 2020 19:40 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, Ironi Masker Scuba, Diminati Tapi Minim Melindungi, Masker Scuba

Masker Scuba. (Firda Puri Agustine)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Kelangkaan masker medis di awal pandemi Covid-19 membuat pemerintah menganjurkan masyrakat beralih pada masker kain. Meski tidak sempurna, namun diklaim cukup membantu proteksi diri.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan masker kain sangat beragam. Utamanya dicari yang memiliki serat rapat seperti katun. Tapi, yang justru paling laku di pasaran adalah masker berbahan scuba.

Kalau scuba asli dengan gramasi tinggi memang bisa tahan alias tidak tembus cairan. Hanya saja, tak semua orang paham mana scuba yang asli dengan KW alias palsu. Sehingga, fungsi melindungi diri dari virus cukup diragukan.

“Kalau yang asli itu scuba dari Korea itu enggak tembus air sama sekali. Nah, yang banyak orang jual di sini itu yang KW yang harganya memang murah,” kata Nur Afni, salah satu penjual masker di Bekasi Utara saat ditemui Ayobekasi.net belum lama ini.

Dia mencontohkan selisih harga antara masker scuba asli dengan palsu bisa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, lumayan jauh. Sayangnya, masyarakat lebih memilih pertimbangan harga dibanding kualitas atau esensi fungsi dari masker itu sendiri.

“Jadi, aku juga jual yang bahan scuba asli Korea itu harganya Rp 30 ribu-an, lakunya enggak sebanyak scuba KW yang harganya Rp 5000-an,” ujarnya.

Selain harga, pilihan desain dan motif masker scuba palsu jauh lebih variatif dibanding masker scuba asli yang notabene-nya merupakan barang impor. Jelaslah ini menarik minat pasar yang lebih masif. Apalagi, kenyamanan menggunakan masker scuba tak bisa dipungkiri.

“Kalau aku tanya dari produsennya bahan scuba impor itu susah banget dapetnya. Jadi, enggak tahu yang palsu itu ada campuran bahan lain atau gimana, cuma ya emang sama-sama enak dipakai,” kata Afni.

Penjual masker lainnya, Masita juga punya pendapat sama. Menjual masker scuba KW jauh lebih mudah dibanding dengan yang asli. Hal ini memang sangat bergantung pada daya beli masyarakat yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

Ibu satu anak itu mengaku hanya mencari peluang bisnis musiman untuk menambah uang belanja. Persoalan apakah masker yang dijual benar-benar memiliki fungsi sebenarnya atau tidak, ia tak mau ambil pusing.

“Namanya kita jualan kecil-kecilan aja, pasarnya juga emak-emak yang harga masker Rp 5000 masih ditawar juga. Jadi, ya balik lagi ke yang beli mereka kan punya pilihan,” ujar Masita.

Berbeda halnya dengan Juliana Wijaya yang tidak ikut-ikutan menjual masker jenis scuba.Hal itu lantaran ia berpikir masker tersebut hanya berfungsi sebagai pelengkap gaya semata. Dia sangsi jika masker scuba dapat memproteksi diri secara maksimal.

“Pertama, bahannya tipis dan memang sekedar fashion aja. Tapi, memang enak dipakai. Masker kain yang saya jual yang dari Sritex karena bahannya bagus, walaupun tetep enggak bisa gantiin masker medis,” katanya.

Seorang warga Bekasi Timur, Asikin tertarik membeli masker scuba lantaran sedang tren dan desainnya beda dari yang lain. Dia sendiri tidak mempermasalahkan apakah masker tersebut benar-benar efektif melindungi dari droplet virus atau tidak.

“Kan yang penting pakai maskernya. Bahan scuba kebetulan emang enak kan dipakainya,” katanya.

Sementara, Ita, warga Kebalen justru sebaliknya. Dia tidak tertarik membeli masker karakter wajah karena dianggap terlalu tipis.

“Beli agak mahalan dikit enggak apa-apa yang penting kualitasnya bagus,” ujar dia. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah menjelaskan bahwa masker kain jenis apapun hampir sama. Tidak ada yang memiliki fungsi sebaik masker medis.

“Sebaiknya dilapisi filter lagi,” katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers