web analytics
  

800 Orang Telah Daftar Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Kamis, 6 Agustus 2020 18:26 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, 800 Orang Telah Daftar Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung, uji vaksin covid-19,Relawan uji vaksin Covid-19

Anggota Tim Komite Etik Penelitian vaksin Sinovac di Indonesia sekaligus Ketua Badan POM, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito. (Nur Khansa)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Pendaftaran relawan uji klinis vaksin Sinovac Covid-19 di Kota Bandung masih dibuka. Hingga hari ini, Kamis (6/8/2020), sudah ada 800 warga Kota Bandung yang bersedia menjadi relawan untuk kemudian disuntikkan vaksin yang dikembangkan di Tiongkok tersebut.

Anggota Tim Komite Etik Penelitian vaksin Sinovac di Indonesia sekaligus Ketua Badan POM, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito mengatakan jumlah tersebut terus bertambah. Saat ini, simulasi uji klinis pun telah dilakukan.

"Per hari ini yang mendaftar sudah 800 relawan," ungkap Penny saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjajaran Bandung.

Simulasi tersebut, ia mengatakan berfungsi untuk memberi gambaran tentang jalannya uji klinis yang akan berlangsung pada 11 Agustus 2020. Relawan yang masih berniat untuk mendaftar pun masih diperkenankan.

"Akan dimulai tanggal 11 Agustus 2020 itu ya. Jadi pertama itu launching, uji klinis ini akan dimulai tanggal 11 Agustus 2020," ungkapnya.

"Siapa saja boleh daftar, tapi timnya pak Kusnandi akan menyaring lagi parameter inklusi dan ekslusinya, misalnya umur, dan tidak boleh punya penyakit bawaan," paparnya.

Ia mengatakan, uji klinis vaksin tersebut telah dirancang dengan prosedur yang aman dan terukur. Sehingga, masyarakat yang berniat menjadi relawan telah dijamin keselamatannya.

"Badan POM sudah menjamin aspek produknya, dari aspek keamanan, mutunya, dan khasiatnya berdasarkan fase 1 dan 2 untuk bisa melangkah lebih luas lagi diberikan pada masyarakat dalam fase 3," ungkapnya.

Adapun vaksin akan disuntikkan ke tubuh relawan sebanyak dua kali. Ia berharap, uji klinis dapat berjalan dengan lancar dan vaksin dapat segera diproduksi massal.

"Dibutuhkan tes dua kali, diberikan sampai berapa lama antibodi itu ada dalam tubuh kita. Inginnya sih kan seumur hidup ya, kita lihat nanti. Satu tahun atau setiap tahun kita dapat vaksin, kita lihat nanti," jelasnya.
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers