web analytics
  

Ini Jurus Bupati Cirebon Kendalikan Kasus Covid-19 yang Membengkak

Kamis, 6 Agustus 2020 15:43 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Ini Jurus Bupati Cirebon Kendalikan Kasus Covid-19 yang Membengkak, Bupati Cirebon,Imron Rosyadi,COVID-19

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Di tengah lonjakan kasus Covid-19, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi belum merencanakan penutupan objek wisata. Sementara, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung tengah dikaji.

Berbeda dengan Pemkab Majalengka yang memutuskan penutupan objek wisata, Imron tak mengambil opsi itu sebagai dampak membengkaknya jumlah kasus di Kabupaten Cirebon.

Sampai Kamis (6/8/2020), total 78 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Penambahan 6 kasus terjadi selama 2 hari terakhir.

Menurut Imron, jumlah objek wisata di Kabupaten Cirebon tak sebanyak Kabupaten Majalengka. Majalengka yang kaya dengan wisata alamnya dipastikan mengundang pelancong lebih banyak dibanding objek wisata Kabupaten Cirebon yang rerata berupa objek wisata budaya.

"Belum ada rencana (penutupan objek wisata) karena tempat wisata Cirebon kan enggak seperti Majalengka yang jumlahnya banyak. Cirebon sih lebih banyak wisata budayanya seperti makam Sunan Gunung Jati, itu yang paling banyak dikunjungi," tuturnya kepada Ayocirebon.com (Ayo Media Network).

Meski tak menampik peningkatan kasus Covid-19, dia mengingatkan, tes PCR kepada masyarakat terus dilakukan. Dia pun kembali mengimbau masyarakat tak takut menghadapi wabah ini.

"Masyarakat yang penting jangan terlalu takut, ikuti prosedur dari pemerintah," cetusnya.

Di sisi lain, pihaknya tengah mengkaji rencana KBM tatap muka langsung. Kajian ini sebagai tindaklanjut pernyataan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang membolehkan membuka kegiatan sekolah khusus daerah berzina hijau.

"Gubernur sudah membolehkan daerah zona hijau untuk membuka sekolah," ujarnya.

Bila kelak kajian rampung, SMA sederajat menjadi jenjang sekolah yang akan dibuka sebagai tahap awal. Selanjutnya, bila dalam proses KBM tatap muka langsung di SMA berjalan baik, akan diteruskan pada jenjang di bawahnya, seperti SMP dan SD.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers