web analytics
  

Viral Prof Hadi Pranoto, BNPB Akhirnya Undang Profesor Sungguhan

Kamis, 6 Agustus 2020 14:57 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Viral Prof Hadi Pranoto, BNPB Akhirnya Undang Profesor Sungguhan, Hadi Pranoto,bnpb,anji,profesor,ali ghufron,COVID-19

Logo BNPB (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan forum diskusi atau talkshow dengan tema ‘Etika Akademik dan Penemuan Obat Covid-19’. 

Forum tersebut membahas tentang bagaimana proses untuk menemukan obat atau vaksin dengan cara ilmiah dan hukum kesehatan.

Terdapat dua pembicara dengan jabatan profesor dalam acara tersebut. Mereka adalah Profesor Sutikno dari Anggota Tim Penilai PAK Dosen Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Profesor Dokter Ali Ghufron Mukti yang juga sebagai Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi.

Bukan tanpa alasan, BNPB mengadakan forum tersebut untuk mengedukasi masyarakat setelah kemunculan Hadi Pranoto yang mengaku sebagai profesor telah menemukan antibodi Covid-19 berbahan herbal.

Pernyataan tersebut menjadi viral dan menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, dia mengatakan obat tersebut dapat mengobati pasien Covid-19 hanya dalam hitungan hari.

Belum lagi, dia muncul bersama salah seorang musisi, Anji Manji, yang beberapa waktu lalu juga sempat viral karena mengunggah pernyataannya yang tidak mempercayai adanya Covid-19. Video Anji bersama Hadi diunggah di kanal YouTube Anji Manji pada Jum’at, 31 Juli 2020.

Yang lebih membuat  publik geram adalah, ditemukan bahwa nama Hadi Pranoto yang dimaksud tidak terdaftar dalam pangkalan data Dikti. Padahal, dia muncul di hadapan publik dan mengaku sebagai seorang profesor.  

Setelah viral dan menuai banyak kecaman, Hadi akhirnya mengaku bahwa dirinya bukan dokter, terlebih profesor. Dia mengaku bahwa sebutan profesor yang disematkan pada dirinya merupakan sebutan dan panggilan sayang dari teman-temannya.  

Lantas, apa itu profesor? Menurut Profesor Ali Ghufron, profesor bukan sebuah gelar, melainkan jabatan.  “Kalau gelar kan bisa diberikan, tapi profesor enggak,” kata Ghufron dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (6/8).

Ghufron menegaskan bahwa seorang profesor tidak dapat diberikan kepada seseorang dengan mudahnya. Profesor harus bersifat mendidik dan harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Profesor juga harus mempunyai publikasi ilmiah. Jadi seorang profesor adalah jabatan akademik,” tegasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers