web analytics
  

Pembahasan Stimulus bagi Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta Dikebut

Kamis, 6 Agustus 2020 14:28 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Pembahasan Stimulus bagi Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 Juta Dikebut, bantuan pekerja,Kemenkeu,COVID-19,stimulus,Gaji di Bawah Rp5 Juta,banuan gaji,bantuan tunai

Ilustrasi uang. (Eko Anug dari Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah terus menggelontorkan stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat, salah satunya berupa tambahan gaji Rp2,4 juta ke 13 juta pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan. 

Saat ini, pemerintah mengkaji opsi pembayaran stimulus secara langsung dalam satu tahap atau dibagi ke beberapa tahap.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk bantuan tersebut adalah Rp31,2 triliun. 

"Apakah nanti dibayarnya sekali atau berapa kali pembayaran, ini sedang kita finalisasi," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (6/8/2020).

Apabila dilakukan secara bertahap, kemungkinan bantuan tunai akan dicicil selama empat bulan berturut-turut. Artinya, setiap orang akan mendapatkan Rp600.000 per bulan.

Febrio menjelaskan, pemerintah akan mengakselerasi penyelesaian skema bantuan tunai ini. Sebab, efektivitas dampak bantuan sosial dari pemerintah saat ini adalah kecepatan untuk sampai ke kelompok target penerima. 

"Bukan masalah besarannya, tapi bagaimana uangnya sampai ke kantong penerima," ujarnya.

Febrio memastikan, skema yang akan digunakan nantinya akan dibuat secara efisien dan bertanggung jawab. Kini, pemerintah sedang menunggu data dari BPJS Ketenagakerjaan mengingat mereka bertanggung jawab atas pengelolaan terkait tenaga kerja.

Selain bantuan tunai ke pekerja, Febrio menambahkan, pemerintah juga tengah finalisasi skema bantuan produktif ke ultra mikro. Bantuan ini bukan dalam bentuk pinjaman, melainkan hibah yang bisa digunakan pelaku usaha ultra mikro untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif.

Febrio menjelaskan, bantuan produktif ini mendetailkan apa yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo sebelumnya. 

"Yaitu, memberikan Rp2,4 juta kepada pengusaha ultra mikro, seperti tukang sate dan tukang soto," ucapnya.

Febrio mengakui, tantangan besar pada masa krisis saat ini adalah bagaimana pemerintah memberikan dukungan langsung ke jutaan orang dengan tata kelola yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. 
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk sabar menanti finalisasi skema yang kini terus dibahas secara intensif oleh pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah menyiapkan beberapa stimulus baru yang akan diluncurkan untuk mendorong konsumsi. Selain bantuan gaji dan dukungan ke ultra mikro, bantuan yang disebutkan Sir adalah tambahan bantuan sosial untuk para penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemerintah memberikan tambahan dalam bentuk beras sebanyak 11 hingga 15 kilogram untuk 10 juta kelompok penerima manfaat (KPM). Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,6 triliun.

Selain itu, pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp500.000 bagi penerima kartu sembako di luar PKH dengan total target penerima mencapai 10 juta orang. Total kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp5 triliun. 

"Ini akan dibayarkan Agustus," ujar Sri dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Sri menyebutkan, pemerintah akan melakukan kebijakan yang agresif pada semester kedua melalui penyerapan sisa anggaran belanja sebesar Rp1.457 triliun. Total anggaran tersebut ditujukan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, terutama setelah menghadapi tekanan pada kuartal kedua.

Dari total tersebut, sebanyak Rp1.171 triliun di antaranya ditujukan untuk belanja pusat. Sedangkan, sisanya dibelanjakan dalam bentuk Transfer ke Daerah (TKD). 

"Ini dalam rangka untuk mendorong perekonomian yang mengalami tekanan cukup besar," ucap mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

Sumber: Republika
Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers