web analytics
  

#TerusUsaha, Inisiasi Grab Indonesia Majukan UMKM Jabar di Tengah Pandemi

Kamis, 6 Agustus 2020 13:17 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, #TerusUsaha, Inisiasi Grab Indonesia Majukan UMKM Jabar di Tengah Pandemi, Grab,#TerusUsaha,Pandemi Covid-19,Fakta Virus Corona,Virus Corona,Berita Jabar

#TerusUsaha, Inisiasi Grab Indonesia Majukan UMKM Jabar di Tengah Pandemi (Tangkapan Layar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Tak sedikit yang penghasilannya tergerus bahkan berujung gulung tikar.

Untuk mempertahankan geliat UMKM di Indonesia termasuk Jawa Barat, Grab Indonesia meluncurkan serangkaian inisiasi yang tergabung dalam program #TerusUsaha. Program tersebut menyasar para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan digitalisasi sehingga usahanya dapat terus berkembang di tengah pandemi.

Head of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya menyebutkan, terdapat enam inisiasi yang digagas pihaknya untuk memajukan UMKM di Jabar dan Indonesia. Mulai dari pelatihan hingga peluang wirausaha digital.

"Di era new normal saat ini hal yang bisa memastikan UMKM dapat terus bertahan adalah digitalisasi. Tapi masih banyak UMKM yang belum menyentuh digital, maka dari itu kami sangat menyarankan pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital untuk maju dan bertahan bersama-sama," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (6/8/2020).

Ia mengatakan, dari enam inisiasi tersebut, dua di antaranya dikhususkan untuk UMKM di Jabar. Kedua inisiasi tersebut dilakukan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar dan Kabupaten Bandung.

"Pertama ada pelatihan dan upaya digitalisasi pada puluhan ribu UMKM yang dibina Disperindag Jabar. Pelatihan ini berlangsung gratis dalam satu kali sesi mendalam, membahas apa itu digitalisasi," ungkapnya.

Inisiasi kedua adalah sosialisasi kepada para pedagang dan pelaku pasar, bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah untuk memberi paparan informasi kepada para pedagang pasar tradisional mengenai keberadaan layanan digital.

"Sehingga para pedagang pasar dapat mengetahui adanya layanan-layanan digital yang bisa dimanfaatkan untuk perkembangan bisnis mereka," ungkapnya.

Selain itu, inisiasi lainnya yang tengah dijalankan adalah pemberian layanan iklan gratis bagi para pelaku UMKM dan pedagang pasar. Hal ini dilakukan dengan memberi ruang beriklan di media sosial dan saluran digital yang dimiliki Grab.

"Semua biaya yang diperlukan UMKM untuk membuat materi pemasaran, termasuk desain, akan ditanggung oleh Grab," ungkapnya.

Di inisiasi keempat, Grab mengajak para pemilik UMKM untuk mendaftarkan diri di microsite www.grabforgood.id mulai awal Agustus 2020. Laman tersebut dibuat khusus untuk para pelaku UMKM agar dapat saling berbagi inspirasi dalam ekosistem digital Grab.

"Mereka bisa memberikan tips-tips usaha yang berguna untuk para pelaku UMKM lainnya, dan mereka bisa saling berbagi cerita. Ada juga tautan yang menjelaskan cara bergabung ke Grab dengan mudah," ungkapnya.

Grab juga membangun aplikasi Grab Merchant serta Grab Kios. Grab Kios dapat dimanfaatkan bagi para pekerja yang kehilangan sumber penghasilannya selama pandemi untuk tetap dapat produktif.

"Dengan menjadi agen GrabKios, mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang hingga pembayaran tagihan dan pulsa," ungkapnya.

Sementara inisiasi terakhir adalah pendampingan khusus untuk para pelaku UMKM. Pendampingan ini dilakukan secara intensif selama 2,5 bulan, dimentori oleh para praktisi-praktisi ahli di bidang wirausaha.

"Hingga saat ini sudah ada 500 UMKM yang mendaftar, dan terpilih 50 UMKM yang akan mengikuti program ini," ungkapnya.

Rangkaian inisiasi tersebut disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala Biro Perekonomian Jabar Benny Bachtiar mengatakan, peningkatan kapasitas UMKM di bidang digital adalah hal yang penting dan perlu dikolaborasikan dengan berbagai pihak.

"Kami membutuhkan bantuan dalam pendidikan dan pelatihan UMKM, begitu pula halnya dengan market intelligence yang bagus dan bisa memetakan kebutuhan pasar secara legal dan terstruktur," ungkapnya.

"Faktor ini yang bisa dikolaborasikan secara pentahelix," jelasnya.

Ia menyebutkan setidaknya terdapat 1.569 UMKM di Jabar yang terdampak Covid-19. Mayoritas berada di bidang kuliner harian, kaki lima, pariwisata dan bidang kreatif. 

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers