web analytics
  

Stres Akibat Pandemi Memengaruhi Siklus Menstruasimu

Kamis, 6 Agustus 2020 12:27 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Stres Akibat Pandemi Memengaruhi Siklus Menstruasimu, stres,Pandemi Corona,Menstruasi,Haid,Hormon

Stres selama pandemi bisa memengaruhi siklus menstruasimu, dalam arti yang buruk. (Shutterstock/Bustle)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Studi di Inggris menunjukkan, mental masyarakat selama Covid-19 jauh lebih rentan dari biasanya. Insomnia, mimpi buruk, sakit kepala, kegelisahan, depresi, dan stres merupakan gejala umum isu psikologis selama pandemi.

Sudah bukan rahasia lagi, stres dapat memengaruhi siklus menstruasi perempuan.

Jumlah pasien yang mengeluh pada dokternya mengenai siklus menstruasi berantakan meningkat di Stanford Health Care, Amerika Serikat.

Para ahli mengungkapkan, siklus menstruasi tidak teratur karena stres itu lazim. Namun, apabila ketidakteraturan tersebut terus terjadi, lebih baik cek ke dokter.

“Siklus menstruasimu adalah indikator kesehatan tubuhmu secara keseluruhan,” kata ahli kebidanan dan ginekologi Boston Medical Center, Shruthi Mahalingaiah.

Memiliki siklus menstruasi yang sehat melibatkan otak, kelenjar pituitari, ovarium, kelenjar adrenal, dan tiroid. Apabila ketidakteraturan siklus berlanjut, bisa jadi ada gangguan pada salah satu atau beberapa organ tersebut.

Siklus teratur berbeda-beda untuk setiap orang. Namun, rentang waktu siklus menstruasi teratur berkisar dari 21-35 hari.

Banyak orang mengalami menstruasi dalam jangka waktu pendek atau lama. Hal ini tidak masalah asalkan bersiklus teratur. Artinya, di siklus selanjutnya, tidak berubah-ubah lama menstruasinya.

“Apabila seseorang punya siklus teratur, lalu tiba-tiba dia menstruasi setiap enam minggu atau tiga bulan, maka dia harus ke dokter,” tutur Direktur Program Pengobatan Seksual Perempuan Stanford Health Care Leah Millheiser.

Mengapa stres bisa memengaruhi siklus menstruasi?

Bukan hanya stres emosional yang bisa mengganggu siklus menstruasi, stres fisik seperti hilangnya berat badan dan olahraga berat pun bisa.

Alasan mengapa stres bisa memengaruhi siklus menstruasi adalah hormon. Hormon kortisol seseorang akan tinggi saat ia stres sehingga menekan siklus hormon ovulasi dan menstruasi.

Saat tubuhmu sedang stres, tubuhmu sendiri tahu itu bukan waktu yang tepat untuk hamil sehingga ia akan “shut down” sendiri.

Biasanya, seseorang tidak menstruasi berarti dia tidak berovulasi. Namun, tidak ovulasi bukan berarti tidak menghasilkan sel telur dan tidak bisa hamil.

Ovulasi biasa terjadi dua minggu sebelum menstruasi sehingga meskipun kamu belum menstruasi, selalu ada peluang kamu sedang berovulasi.

Biasanya, apabila stres bisa ditangani sendiri, siklus menstruasi bisa kembali teratur sendirinya. Namun, apabila berkepanjangan, lebih baik kamu ke dokter.

Terapi hormon dengan alat kontrasepsi merupakan metode paling lazim untuk mengembalikan siklus menstruasimu. (Farah Tifa Aghnia)

Sumber: Allure
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers