web analytics
  

Modus Baru Kirim Paket Sabu Pakai Angkutan Umum Terbongkar

Kamis, 6 Agustus 2020 11:31 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Modus Baru Kirim Paket Sabu Pakai Angkutan Umum Terbongkar, Sabu,Penyelundupan sabu,Kriminal tasik,Berita Tasikmalaya,narkoba,polisi

Polisi mengungkap modus pengiriman paket Sabu (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Satnarkoba Polres Tasikmalaya mengungkap kasus pengiriman paket sabu 14 gram lewat angkutan umum jurusan Leuwipanjang (Bandung)-Cikatomas, Kamis (6/8/2020).

Modus pelaku mengirimkan barang haram tersebut lewat kondektur angkutan umum dengan dibungkus kemasan plastik putih-hitam dibalut lakban dan tisu dengan tujuan agar tidak diketahui.

Kasus tersebut terungkap setelah kondektur angkutan umum merasa curiga pelaku sering mengirimkan paket yang menurut pengakuan pengirim merupakan handphone. Namun kondektur curiga karena isinya ringan, sehingga melaporkan ke polisi.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman menjelaskan, Satnarkoba mengungkap kasus pengiriman paket sabu lewat angkutan umum setelah ada laporan dari kondektur yang merasa curiga terhadap barang yang sering pelaku titipkan untuk dikirim ke Cikatomas.

"Setelah kita dalami dan lakukan penyelidikan, akhirnya terungkap paket barang yang dititipkan ke angkutan umum tersebut ke Cikatomas adalah narkoba jenis sabu seberat 0,40 gram," ungkap Ngadiman.

Pelaku pengiriman paket sabu adalah Nurdiansyah (30) asal Cikatomas yang sudah lama berdomisili di Bandung. Sementara pemesannya adalah Agis alias Opon (26) asal Kecamatan Cikatomas.

"Setelah kita kembangkan dari kedua pelaku berhasil diamankan 14,42 gram sabu. Jadi total sabu yang kita amankan 14,84 gram," terang Ngadiman.

Adapun modus pelaku, tambah ngadiman, mengirim paket sabu melalui angkutan umum jurusan Leuwipanjang (Bandung)-Cikatomas.

"Pelaku Agis memesan paket sabu kepada Nurdiansyah lewat angkutan umum dititipkan ke kondektur, dengan menyebutkan bahwa paket tersebut adalah handphone. Namun awak curiga karena barangnya ringan, lalu melaporkan ke kita," ungkap Ngadiman.

Menurut Ngadiman, dari hasil informasi awak kendaraan tersebut, pelaku sudah tiga kali mengirim barang lewat elf dan menyebutkan barang tersebut berupa handphone.

"Jadi pelaku mengelabuhi awak angkutan umum, dengan membungkus paket sabu dengan plastik putih hitam, kemudian dibalut lakban dan di dalamnya dibungkus tisu," kata Ngadiman.

Setelah mendapatkan informasi, lanjut Ngadiman, kedua pelaku diamankan. Pelaku Agis di Cikatomas sedangkan Nurdiansyah di Bandung. Mereka berdua menyebarkan sabu selain ke Cikatomas juga ke Pancatengah dan Cikalong.

"Kedua pelaku dikenakan  pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat lima. Dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun maksimal 12 tahun. Denda minimal Rp 800 juta sampai Rp 10 miliar," ucap Ngadiman.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers