web analytics
  

Ahli Ragukan Ratu Elizabeth Pesan Obat Covid-19 Hadi Pranoto

Kamis, 6 Agustus 2020 06:18 WIB
Umum - Nasional, Ahli Ragukan Ratu Elizabeth Pesan Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Hadi Pranoto,Anji,Ratu Elizabeth,Obat corona,obat covid-19

Kolase (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Hadi Pranoto mengklaim bahwa obat untuk Covid-19 buatannya dipesan Ratu Elizabeth II, bahkan obat ini disebut sudah menyembuhkan keluarga kerajaan Inggris dari virus corona.

Sebagai peneliti obat tradisional Covid-19 sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania, MSi meragukan apa yang disampaikan Hadi.

"Itu dia (Hadi) ngirim obat ke Ratu Elizabeth harus diverifikasi ya kebenarannya apa benar. Saya sih agak meragukan, entahlah kalau misalnya lewat jalur tidak resmi nitip ke temennya yang kenal dengan Ratu Elizabeth, saya nggak tahu," ujar dr Inggrid saat berdiskusi daring di WhatsApp Group, Rabu (5/8/2020) malam.

Dokter yang sedang melakukan uji klinis obat herbal Covid-19 pertama di Indonesia ini menyebut, obat herbal yang akan diekspor ke luar negeri harus melalui proses yang ketat.

"Memang awalnya obat Hadi Pranoto dapat izin edar BPOM, kalau untuk diekspor ke negara lain, misalnya Inggris, harus memenuhi standar dari negara Inggris dan di sana juga standarnya lebih tinggi," kata dr Inggrid.

Lebih jauh produsen obat herbal yang akan mengirimkan obatnya ke luar negeri juga harus terstandardisasi. Salah satunya perusahaan pembuat obat telah mendapat sertifikat good manufacturing practice (GMP). Ditambah komposisi dan bahan baku obat itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Tapi kalau untuk diekspor itu ada lebih banyak lagi kriterianya, di antaranya itu standarisasi tiap-tiap komponen bahan baku dan itu tidak mudah," katanya.

Meski begitu, dokter yang sedang menempuh program S-3 Filsafat Jamu/Ilmu Kesehatan Tradisional di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini menyebutkan Indonesia sudah mengekspor beberapa obat herbal yang sudah terstandardisasi.

Pastinya perusahaan produsen sudah berpredikat GMP, salah satunya adalah jamu masuk angin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh tubuh sudah diekspor ke berbagai negara.

"Kemudian banyak juga ekstrak herbal yang diekspor ke Eropa itu banyak, intinya dari perusahaan besar yang sudah GMP. Terutama yang fitofarmaka itu sudah banyak diekspor ke negara ASEAN," tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Pencarian Dihentikan, RS Polri Terima 325 Kantong Jenazah Korban Sriwi...

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 13:54 WIB

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Rumah Sakit Polri menerima 325 kantong jenazah...

Umum - Nasional, Pencarian Dihentikan, RS Polri Terima 325 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182, Korban Sriwijaya Air,Korban Sriwijaya Air SJ-182,Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air,Pencarian Korban Sriwijaya Air Dihentikan

Airlangga Sembunyikan Corona, DPR: Tidak Ada Kewajiban Pasien Publikas...

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 11:06 WIB

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan bahwa tidak ada kewajiban seorang pasien positif Covid-19 meng...

Umum - Nasional, Airlangga Sembunyikan Corona, DPR: Tidak Ada Kewajiban Pasien Publikasi Terpapar Covid, Airlangga Hartarto,Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto,Airlangga Kena Covid-19,Menteri Perindustrian Airlangga Kena Corona,Airlangga Corona

Jokowi Jamin Bansos UMKM, Kartu Prakerja dan Subsidi Upah Dilanjutkan...

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:59 WIB

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa bantuan sosial dan sejumlah insentif lain bagi masyarakat terdampak pa...

Umum - Nasional, Jokowi Jamin Bansos UMKM, Kartu Prakerja dan Subsidi Upah Dilanjutkan 2021, bansos,jokowi,Presiden Joko Widodo,BLT Karyawan,BLT Termin 2 kapan cair,kapan blt termin 3 cair,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Program Kartu Prakerja,Kartu Prakerja,Bantuan Subsidi Upah (BSU),Bantuan Sosial Tunai (BST),Bansos UMKM

Doa Salat Jenazah dan Terjemahannya

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:55 WIB

Salat jenazah merupakan fardhu kifayah dan juga hak mayit sebelum dikuburkan. Salat jenazah dilakukan dengan empat kali...

Umum - Nasional, Doa Salat Jenazah dan Terjemahannya, Doa Sholat Jenazah,Doa Salat Jenazah,Sholat Jenazah,Tata cara Shalat Jenazah,Cara Shalat Jenazah

Bacaan Doa Iftitah Allahumma Ba'id

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:33 WIB

Salah satu sunnah dalam melaksanakan salat adalah membaca doa iftitah. Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram sebel...

Umum - Nasional, Bacaan Doa Iftitah Allahumma Ba'id, Bacaan Doa Iftitah Allahumma Ba'id,Bacaan Doa Iftitah,Bacaan Doa Iftitah Shalat,Doa Iftitah,Sunnah Shalat,Doa Iftitah Sunnah Shalat

Mensos Risma Dicibir Lagi Gegara Angkut Kayu di Lokasi Bencana

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 10:09 WIB

Menteri Sosial Tri Rismaharini kena cibir lagi karena ikut angkut kayu di lokasi bencana alam. Padahal tugas Mensos Rism...

Umum - Nasional, Mensos Risma Dicibir Lagi Gegara Angkut Kayu di Lokasi Bencana, mesos risma, Tri Rismaharini,Risma dicibir,Berita Risma,Risma Angkut Kayu,Risma Angkat Kayu

Mengapa Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali?

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 09:40 WIB

kebijakan PPKM periode 11-25 Januari 2021 belum sepenuhnya memberi hasil maksimal. 

Umum - Nasional, Mengapa Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali?, PPKM Jawa-Bali,PPKM diperpanjang,Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),PPKM Jawa-Bali Diperpanjang

Cara Menekan Kenaikan Biaya Listrik Selama WFH

Nasional Jumat, 22 Januari 2021 | 07:09 WIB

Kenaikan biaya pemakaian listrik selama bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama masa pandemi Covid-19 merupakan h...

Umum - Nasional, Cara Menekan Kenaikan Biaya Listrik Selama WFH, Biaya listrik naik,WFH,Biaya listrik naik saat WFH,Menekan biaya listrik,Mengurangi biaya listrik,Cara mengurangi beban biaya listrik

artikel terkait

dewanpers