web analytics
  

Kemenkes: Jamu Bukan untuk Menyembuhkan Covid-19

Kamis, 6 Agustus 2020 05:55 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Kemenkes: Jamu Bukan untuk Menyembuhkan Covid-19, jamu,khasiat jamu,Virus Corona,Tips Kesehatan

[Ilustrasi] Virus corona. (Unsplash/CDC)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Kesehatan menegaskan jambu bukanlah obat untuk menyembuhkan pasien dari Covid-19. Vaksin untuk antivirus Covid-19 menjadi satu-satunya obat dan masih dalam pengembangan.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Ahmad Saikhu menjelaskan, Covid-19 disebabkan oleh virus. "Jadi, satu-satunya obat (Covid-19) adalah antivirus yaitu vaksin. Sampai saat ini antivirus tersebut masih dalam proses penelitian," katanya saat bicara di konferensi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema Obat Tradisional untuk Covid-19, Sudah Adakah?, Rabu (5/8/2020).

Kini, dia menyebutkan vaksin antivirus ini masih di fase uji klinis tahap ketiga di Tanah Air. Terkait penggunaan herbal atau jamu untuk Covid-19, dia membantahnya.

Dia menegaskan, jamu bukan untuk mengobati Covid-19. "Jamu bukan untuk menyembuhkan Covid-19 karena seperti yang saya sebutkan obatnya adalah antivirus. Ini untuk meluruskan misleading informasi beberapa hari ini," katanya.

Jadi, dia menegaskan, jamu bisa dikonsumsi untuk meringankan dan mencegah agar penyakit komorbid tidak menjadi lebih parah. Dia mengutip berdasarkan data Kemenkes, ada beberapa kasus pasien Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Dia menyebutkan, komorbid seperti hipertensi kemudian diabetes mellitus, jantung, paru obstruktif kronik, penyakit ginjal, hingga asma bisa memperberat kondisi pasien Covid-19. Kemudian, jamu meringankan komorbid pasien Covid-19.

Kendati demikian, dia menegaskan, konsumsi jamu ini harus memenuhi ketentuan di antaranya tidak memiliki efek samping dan tidak mengganggu fungsi organ tubuh seperti hati dan ginjal.

Litbangkes, dia melanjutkan, mengembangkan saintifikasi jamu untuk membuktikan atau evidence bahwa jamu-jamu yang ada ini cukup aman dan berkhasiat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers