web analytics
  

Kreditplus Ngaku Data Nasabahnya Telah Dicuri

Rabu, 5 Agustus 2020 22:14 WIB
Bisnis - Finansial, Kreditplus Ngaku Data Nasabahnya Telah Dicuri, KreditPlus,Data Nasabah Bocor,Pencurian Data Nasabah

Kreditplus. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Platform digital untuk layanan pembiayaan, KreditPlus membenarkan bahwa data para nasabahnya telah dicuri.

"Hasil investigasi sementara kami menunjukan adanya tindakan pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi konsumen KreditPlus," kata Direktur KreditPlus, Peter Halim, dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2020).

KreditPlus menyatakan mereka segera menginvestigasi sistem internal setelah muncul pemberitaan data nasabah mereka bocor. Setelah investigasi internal tersebut, mereka menemukan ada pencurian data.

Peter mengatakan mereka saat ini sudah menggunakan jasa konsultan keamanan siber eksternal untuk investigasi lebih dalam soal dugaan data bocor. Perusahaan tersebut belum menyebutkan apakah data yang dibobol berjumlah sekitar 896.000 seperti yang muncul di pemberitaan.

"Proses investigasi oleh konsultan cyber security eksternal tersebut saat ini masih berlangsung. KreditPlus juga bekerjasama dengan pihak berwenang dalam investigasi tersebut untuk memastikan agar data pribadi konsumen aman dan terlindungi," imbuh Peter.

Kreditplus berjanji akan segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Siber dan Sansi Negara (BSSN). Perusahaan juga menyatakan terus berinvestasi untuk meningkatkan keamanan di platform tersebut.

Terkait perlindungan terhadap data nasabah, KreditPlus selama ini sudah menerapkan sistem keamanan berlapis berupa kode one-time password (OTP).

Beredar informasi di dunia maya sekitar 896.000 data nasabah KreditPlus diperjualbelikan di situs gelap, informasi yang diambil peretas berupa nama, KTP, email, kata sandi, nomor ponsel, data pekerjaan dan data keluarga penjamin.

Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha, menyatakan ada 819.976 data KreditPlus yang bocor, yang merupakan data sensitif dan lengkap.

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa (3/8/2020) menyatakan sudah mengirimkan surat kepada KreditPlus meminta penjelasan atas dugaan data bocor ini.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers