web analytics
  

Kisah Aki Ii, Linmas Yang Pernah Ikut Operasi Militer

Rabu, 5 Agustus 2020 18:28 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Kisah Aki Ii, Linmas Yang Pernah Ikut Operasi Militer, Linmas Kabupaten Bandung,Operasi Militer

Ii Suparlan, Linmas Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. (Mildan Abdalloh)

PASIRJAMBU, AYOBANDUNG.COM -- Kopasjat atau Komando Pasukan Hajat, sebuah julukan yang melekat pada Linmas. Pasukan hijaun tersebut, akhir-akhir ini memang selalu menjadi garda terdepan dalam pengamanan pesta.

Namun siapa sangka, pada masa lalu ketika kekuatan militer sudah mumpuni, Linmas turut dalam operasi militer, bahkan berada di garis terdepan.

Seperti yang dikisahkan oleh Ii Suparlan, Linmas Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Pria berusia 85 tahun tersebut telah menjadi Linmas sejak masih remaja.

"Dulu namanya itu OKD (Organisasi Keamanan Desa), bukan hansip atau Linmas," ucap Ii, Rabu (5/8/2020).

OKD memang merupakan cikal bakal Pertahanan Sipil (Hansip) atau sekarang dikenal dengan nama Linmas. 

Turut menjadi OKD, pada masa dulu harus memiliki keberanian, pasalnya yang diamankan bukan hanya remaja mabuk dalam acara dangdutan saat resepsi pernikahan seperti sekarang. Lebih jauh dari itu, terjun dalam operasi militer menjadi tugas yang akan diemban oleh Linmas jaman old.

"Saya ikut operasi militer bersama TNI AD Batalyon 327/Raider Banjar Kedaton (saat ini Yonif 300/Raider Brawijaya)," ucapnya.

Banyak operasi militer yang diikuti Ii selama menjadi OKD. Salah satunya adalah Operasi pengamanan dan penangkapan gerakan DI/TII juga operasi penumpasan PKI.

"Saya menjadi Kopala OKD) Tenjolaya. Jadi sering ikut operasi. Puluhan kali meninggalkan anak isteri," ujarnya.

Meninggalkan anak istri dan mempertaruhkan nyawa di medan perang, tidak membuat Ii gentar. Dia menyebutnya sebagai panggilan negara.

Laiknya militer, saat turut operasi militer, Ii juga dipersenjatai senapan, karena risiko yang dihadapi sama besarnya dengan tentara, berperang dengan musuh.

"OKD ini menjadi garda terdepan saat operai militer. Itu juga menjadi kebanggaan, karena turut serta mempertahankan kesatuan dam kedaulatan NKRI," katanya.

Kini usia Ii sudah senja, namun semangatnya masih tetap menggebu. Seragam Linmas masih dikenakan bahkan tak pernah terpikir untuk digantungkan.

"Tidak mau pensiun. Mau sampai mati saja Abah jadi Linmas. Karena jadi Linmas itu enak, menyenangkan, buat Abah seperti muda lagi," tutupnya. 

Ii berharap, ada generasi muda yang bisa melanjutkan semangatnya sebagai pengabdi negara. Ia meminta agar generasi tak perlu malu untuk berprofesi seperti yang ia tekuni saat ini. Meski tak memiliki gaji yang besar, namun rasa kepuasan dan pengalaman untuk membela negara menjadi upah yang begitu mahal dan tak dapat tergantikan. 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers