web analytics
  

4 Lapangan Usaha Ini yang Bertahan di Triwulan II 2020

Rabu, 5 Agustus 2020 15:24 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, 4 Lapangan Usaha Ini yang Bertahan di Triwulan II 2020, Ekonomi Jabar,Berita Jabar,Pertanian Jabar,Pandemi Covid-19

Ilustrasi Pertanian (Ayobandung.com/Tri Junari)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Jabar pada Triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar 5,98%. Hal tersebut disebabkan oleh dinamika selama pandemi Covid-19 yang melanda.

Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, Covid-19 berpengaruh pada pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha penunjang struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar. Penurunan aktivitas produksi di mayoritas lapangan usaha tersebut akibat Covid-19 membuat pertumbuhan masing-masing kategori mengalami minus.

Meski demikian, hal tersebut tidak berlaku bagi empat lapangan usaha yang berhasil mengalami pertumbuhan positif di triwulan ini. Keempat lapangan usaha tersebut meliputi Informasi dan Komunikasi ; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; serta Jasa Pendidikan.

"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Informasi dan Komunikasi, yakni sebesar 39,75%. Setelah itu disusul Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 9,21%," ungkap Dyah dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (5/8/2020).

Sementara sektor Pertanian, Kehuatanan dan Perikanan tumbuh sebesar 7,64%, dan Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 6,86%.

Ia mengatakan, sektor industri pengolahan sebagai penopang 40% dari PDRB Jabar saat ini mengalami pertumbuhan negatif 3,8%. Sementara penopang tertinggi kedua yakni sektor perdagangan juga mengalami kontraksi hingga 11%.

"Dari tiga usaha yang dominan menopang PDRB Jabar, hanya sektor pertanian yang berhasil tumbuh positif," ungkapnya.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2020 secara year on year, lapangan usaha Informasi dan Komunikasi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,74%. Kemudian disusul sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,62%;  Jasa Pendidikan sebesar 0,19%  dan Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 0,01%.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers