web analytics
  

Warga Bogor Kena Denda Rp500 Ribu Jika Tak Pakai Masker

Rabu, 5 Agustus 2020 13:13 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Warga Bogor Kena Denda Rp500 Ribu Jika Tak Pakai Masker , Berita Bogor,Denda tidak pakai masker,Berita Pemkot Bogor,Pandemi Covid-19,COVID-19,Virus Corona

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim (Ayobogor.com/Husnul)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kota Bogor diperpanjang dalam fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) selama satu bulan ke depan, mulai 4 Agustus hingga 3 September 2020.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, dalam masa perpanjangan PSBB tersebut juga akan segera diberlakukan pengenaan sanksi administratif pelanggaran penyelenggaraan kesehatan terhadap protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

“Denda untuk mereka yang tidak melaksanakan protokol covid yang merupakan turunan dari Pergub. Ada beberapa pasal di situ, misalnya pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan teguran lisan sampai dengan pencabutan izin permanen. Kedua, pengenaan denda dari nilai Rp100.000 sampai Rp500.000 ribu bagi yang tidak memakai masker,” ungkap Dedie di Balai Kota Bogor, Rabu (5/8/2020).

Menurut Dedie, pemakaian masker sangat penting pada fase Pra-AKB karena dapat menekan risiko penularan atau penyebaran Covid-19, khususnya di ruang-ruang publik yang sudah mulai dibuka secara bertahap.

“Sanksi tersebut diturunkan dalam Perwali agar Satpol PP bisa mengimplementasikan secara dinamis dan lugas. Tujuannya apa? Ya, supaya masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kedisiplinan masyarakat sangat menentukan pencegahan penularan Covid-19,” jelas Dedie.

Data terakhir di Kota Bogor menunjukan per 4 Agustus 2020 total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada 301 orang dengan rincian 78 orang dalam perawatan, 2020 orang sembuh dan meninggal 21 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, angka tersebut merangkak naik sehingga situasinya jauh dari kata aman. Oleh sebab itu Pemkot kemudian memperpanjang PSBB Proporsional.

“Saya membaca satu situasi yang sangat mengkhawatirkan. Angka Covidnya naik tetapi kekhawatiran masyarakat menurun, disiplin menurun, ini sangat berbahaya. Kalau kita analisis yang terjadi ini adalah lonjakan dari keluarga, lonjakan kasus luar kota dan perkantoran. Semua diakibatkan karena ketidakpedulian,” ungkap Bima.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers