web analytics
  

Pemkab Tasik Dinilai Kebingungan Hadapi Lonjakan Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 12:52 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Pemkab Tasik Dinilai Kebingungan Hadapi Lonjakan Covid-19, COVID-19,Virus Corona,Covid-19 di Kabupaten Tasik,Berita Tasikmalaya,Fakta Virus Corona,Corona di Tasik

Corona (EPA)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari fraksi Gerindra Deni Daelani mengaku prihatin dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Setidaknya pasien COvid-19 di Tasik mencapai 34 orang hingga Rabu (5/8/2020).

Namun disisinl lain, kata Deni, pihaknya juga mempertanyakan tentang rencana pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan saat terjadinya lonjakan kasus pasien terkonfirmasi positif.

Deni menambahkan, pemerintah seolah kebingungan dengan lonjakan kasus yang terjadi. Buktinya, pemerintah tidak melakukan langkah stategis apapun selain penerapan PSBM di Cipatujah dan sosialisasi dan imbauan yang gencar.

"Jadi tidak ada grand desain rencana. Kesannya tanpa arah dan rencana yang jelas. AKB ini kedepanya akan seperti apa paska penambahan kasus," ucap Deni, Rabu (5/8/2020).

Grand desain rencana ini, lanjut Deni, bahkan tidak dipersiapkan dari awal. Artinya, pemerintah hanya menjalankan pencegahan tanpa alur yang jelas. Akibatnya, saat kondisi semakin buruk seperti saat ini, pemerintah terkesan diam.

"Kita juga di DPRD harus mengawasi apa? kegiatannya atau langkahnya saja tidak ada dari pemerintah," ujar Deni.

Sementara itu, Ketua KNPI Kecamatan Singaparna Zamzam J Maarif menuturkan, perlu adanya gerakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendisiplinkan masyarakat terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Masyarkat harus diberikan treatmen, agar selalu waspada dan hati-hati dalam menyikapi penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai, masyatakat jadi acuh dan santai. Paling parah, masyarakat menganggap Covid-19 sudah tidak ada. Nah pemerintah harus tegas mulai dari sekarang," ujar Zamzam.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers