web analytics
  

Kasus Covid-19 Melonjak, Objek Wisata di Majalengka Ditutup

Rabu, 5 Agustus 2020 11:42 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Kasus Covid-19 Melonjak, Objek Wisata di Majalengka Ditutup, wisata Majalengka,COVID-19,Pandemi Covid-19,Corona di Majalengka,Berita Majalengka

Objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, yang ramai dikunjungi selepas PSBB. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Pemkab Majalengka telah menutup objek-objek wisata setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Penutupan berlaku hingga 18 Agustus 2020.

Kebijakan penutupan berlaku sejak 4 Agustus 2020 yang disampaikan melalui surat edaran Bupati Majalengka. Dalam surat tersebut, penutupan didasari peningkatan kasus positif di Majalengka yang cukup signifikan dalam 12 hari terakhir, sejak 21 Juli hingga 2 Agustus 2020.

"Seluruh objek wisata di Kabupaten Majalengka ditutup selama 14 hari setelah kasus positif terus meningkat drastis," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka yang juga Sekretaris Percepatan Penanggulangan Covid-19 setempat, Eman Suherman, Rabu (5/8/2020).

Dia memastikan, surat edaran tersebut praktis mencabut kembali surat edaran terkait pembukaan industri pariwisata, sktivitas ekonomi kreatif, dan pertunjukan seni budaya di Kabupaten Majalengka yang telah terbit sebelumnya.

Untuk ini, pihaknya sudah mengintruksikan para pengelola objek wisata serta meminta camat dan kepala desa untuk menyosialisasikannya kembali.

Namun begitu, kebijakan tersebut akan ditinjau dan dievaluasi dalam pelaksanaanya, sebelum kemudian diambil kebijakan lanjutan. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Majalengka, Lilis Yuliasih mengklaim sudah menyosialisasikan ihwal penutupan objek wisata kepada pihak terkait. 

"Penutupan karena kasus positif nambah terus," ujarnya.

Pihaknya sendiri kini menghadapi keterbatasan anggaran pariwisata untuk pengembangan ekonomi kreatif dan kebudayaan. Padahal, sektor itu menjadi lokomotif ekonomi daerah.

"Akibat Covid-19, anggaran kami pun harus mengalami refocusing," cetusnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers