web analytics
  

Insecure Soal Penampilan Diri, Atasi dengan 5 Hal Ini

Rabu, 5 Agustus 2020 11:27 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Insecure Soal Penampilan Diri, Atasi dengan 5 Hal Ini, Insecure,Penampilan,Obsesi,Fashion,Body Image

Berikut 5 tip yang dapat membantu Anda mengurangi obsesi akan ketidakpuasan tubuh sendiri. (Pinterest/xoannieyahnke ❁♡☾)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Body image merupakan salah satu isu yang paling menggerogoti pikiran. Studi menunjukkan, kehadiran media sosial membuat kita lebih mudah terekspos dengan standar ambigu “kesempurnaan”.

Agaknya, sudah tidak lazim ketidakpercayaan diri akan tubuh masing-masing dialami banyak orang. Bahkan, ada yang mengalami body dysmorphic disorder (BDD), penyakit mental yang penderita terobsesi bahwa tubuhnya jelek.

Berikut 5 tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi insecure penampilan diri!

1. Pertimbangkan apa yang Anda pedulikan, di balik permukaan

Di era media sosial ini, tidak jarang kita menilai diri atau orang lain berdasarkan penampilan. Untuk melawan ini, psikolog Ben Buchannan menyarankan mengingatkan diri sendiri akan sifat lain yang Anda banggakan.

Tulislah kualitas diri Anda di berbagai peran. Teman, kekasih, warga negara, karyawan, dan manusia.

Tulis pulalah berkah dan sifat yang Anda syukuri.

2. Berlatih mengalihkan fokus

Seseorang yang memiliki isu body image kerap terlalu fokus pada penampilan diri atau orang lain.

Latihlah diri agar bisa mengalihkan fokus. Setelah mengakui fokus Anda terhadap body image itu obsesi, Anda akan lebih mudah berusaha mengalihkan fokus.

Apabila Anda sedang melakukan panggilan video, usahakan untuk tidak memerhatikan diri Anda sendiri. Fokus pada pembicara, apa yang disampaikan.

3. Kurangi waktu melihat diri Anda sendiri

Saat kita terlalu lama memerhatikan sesuatu, alam sadar kita akan membuat hal itu signifikan dalam hidup kita.

Apabila Anda ingin mengurangi rasa pentingnya penampilan diri, kurangi hal-hal yang fokus pada tubuh. Berkaca, swafoto, dan meminta opini orang akan penampilan Anda adalah beberapa contoh kegiatan yang harus dikurangi.

4. Bukalah media sosial dengan skeptisisme sehat

Tidak jarang, kita mudah merasa insecure hanya dengan satu foto orang lain di linimasa Instagram. Namun, media sosial jarang “jujur” dan memang dibuat untuk menunjukkan sisi terbaik orang-orang.

Tanya diri Anda sendiri: apakah foto itu benar-benar merepresentasikan sang pemilik akun di momen foto itu dipublikasikan? Atau apakah foto itu sudah dipilih baik-baik, disunting, dan dibumbui agar indah saat dipublikasikan?

Menurut studi, kita akan bahagia di 30 menit pertama bermain media sosial. 30 menit setelahnya, kebahagiaan itu akan berkurang.

Semakin lama kita bermain media sosial, semakin tidak puas kita akan hidup dan penampilan kita.

5. Carilah dukungan apabila perlu

Apabila terlalu sulit, mungkin sudah waktunya Anda bertemu psikolog yang ahli body image.

Bantuan profesional dapat memudahkan penyembuhan Anda dari obsesi penampilan diri. Seseorang yang ahli psikologi penderita body image dapat mengubah perspektif dan pola pikir seseorang. (Farah Tifa Aghnia)

Sumber: Vogue
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers