web analytics
  

Arisan Paket di Cianjur Diduga Tebus Omzet Rp400 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2020 22:39 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Arisan Paket di Cianjur Diduga Tebus Omzet Rp400 Miliar, Arisan Paket di Cianjur

Korban arisan paket di Cianjur. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Kasus arisan paket CV Hoki Jaya Abadi yang dikelola AN diduga menembus omset sekitar Rp400 miliar. Perhitungannya dari jumlah ketua dan reseller yang terdaftar.

Berdasarkan informasi dari ketua dan reseller yang dihimpun Ayobandung, arisan paket jumlah ketua dipastikan sebanyak 80 orang. Setiap ketua memiliki 20 hingga 50 reseller. Satu orang reseller memiliki konsumen (anggota) antara 50 hingga 200 anggota, bahkan ada yang lebih.

H (33) seorang ketua yang menyembunyikan alamat kediamannya mengungkapkan, dalam komunitas arisan paket ini ada sekitar 80 ketua. Dirinya memiliki anggota sekitar 30 reseller dengan jumlah konsumen beragam, ada yang 50 hingga 200.

“Total jumlah ketua yang ikut arisan paket ini sekitar 80 orang, kenapa saya tahu, karena memang ada datanya terbuka oleh pihak pengelola arisan,” kata H pada Ayobandung.com saat ditemui di sekitar Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Selasa (4/8/2020).

H bercerita lagi, pihak pengelola setiap anggota ini dikumpulkam setiap bulan, sekalian memberikan setoran. H setor setiap bulan sekitar antara Rp 200 juta hingga Rp 250 juta.

“Kita sebagai ketua dikumpulkan setiap bulan untuk berkordinasi, sekaligus memberikan setoran. Per bulan saya setor Rp 200 hingga Rp 250 juta,” katanya.

Namun, hingga 31 Juli  2020 yang ditentukan untuk diberikan paket yang dijanjikan belum juga ada. Dari situlah H mulai diteror dengan didatangi reseller dan konsumen, karena menagih janji paket.

“Saya sudah tidak kuat dikejar reseller dan konsumen, karena memang dijanjikan akan diberikan paket per 31 Juli,” ucapnya.

Total uang yang disetorkan Rp 3,5 miliar, dengan catatan dirinya paling kecil diantara para ketua yang setor ke pengelola arisan. Karena sepengetahuannya, setoran setahun setiap ketua itu paling kecil Rp 3.5 miliar hingga paling besar Rp 11 miliar.

“Kalau dihitung uang arisan paket dari total ketua yang disetorkan, kemungkinan bisa menembus 400 miliar bahkan bisa saja Rp 500 miliar,” tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers