web analytics
  

Sang Penentu Kemenangan Persib di Semifinal Liga Indonesia 1994/1995

Selasa, 4 Agustus 2020 18:50 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Sang Penentu Kemenangan Persib di Semifinal Liga Indonesia 1994/1995, Kekey Zakaria,Legenda Persib Bandung,Semifinal Liga Indonesia 1994

Legenda Persib Bandung, Kekey Zakaria. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Nama Kekey Zakaria dikenal sebagai salah seorang legenda dari Persib Bandung. Kekey menjadi bagian tak terpisahkan dalam cerita kejayaan skuat Maung Bandung kala merajai panggung sepak bola Indonesia pada era 1993 hingga 1995.

Bersama para legenda Persib lainnya seperti Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, hingga Yudi Guntara, Kekey berkontribusi membawa skuat Pangeran Biru merengkuh dua gelar prestisius dalam ajang Perserikatan 1993-1994 dan Liga Indonesia I 1994-1995.

Setelah 25 tahun berlalu, Kekey menceritakan pengalaman tak terlupakannya saat mengarungi laga semifinal Liga Indonesia I 1994/1995. Kala itu, Persib menghadapi Barito Putera di Stadion Utama Senayan. Bagi Kekey pertandingan itu begitu membekas dalam sejarah kariernya bersama skuat Pangeran Biru.

Bagaimana tidak? Kekey menjadi penentu keberhasilan Persib bisa lolos ke final usai menumbangkan Barito Putera dengan skor 1-0. Meski begitu Kekey menyebut, keberhasilan Persib lolos ke babak final tak lepas dari kerja keras seluruh awak tim.

Saat berseragam Pangeran Biru, Kekey memang dikenal karena kelincahan dan penempatan posisi yang bagus. Kekey juga kerap kali berperan sebagai pemecah konsentrasi pemain belakang lawan guna memberikan ruang bagi tandemnya, Sutiono.

"Waktu itu semifinal lebih bangga daripada final. Sebelum final kan harus menghadapi semifinal dulu, hidup matinya, dan itulah satu-satunya gol yang saya bikin. Hasil kerja sama semua juga kan bukan karena saya sendiri," kata Kekey melalui sambungan telepon.

"Memang sih waktu itu main melawan Barito Putra itu susah mencetak golnya sudah banyak peluang-peluang apalagi Sutiono. Kalau saya kan dijaga terus, sama sebenarnya Sutiono juga. Satu-satunya gol itu hasil dari proses dua kali tendangan penjuru," lanjut Kekey.

Kekey juga menceritakan, bagaimana motivasi yang disampaikan Indra Thohir, sang juru taktik Persib sebelum dimulainya laga. Maklum, laga tersebut menjadi pintu gerbang skuat Maung Bandung jika ingin melaju ke final dan meraih gelar kampiun. 

"Waktu meeting, Pak Indra bilang 'Ini awal kita untuk bisa jadi juara', makanya kita harus main baik ketika main. Apalagi kita kapan lagi ke semifinal. Kita harus bisa menang di semifinal agar bisa bermain di final untuk jadi juara jadi modalnya pertandingan ini. Itu saja Pak Tohir bilangnya. Hal itu kan memacu semangat anak-anak," kenang Kekey.

Menariknya, Kekey menceritakan kejadian unik pada pertandingan semifinal tersebut. Saat itu di dekat gawang lawan ada dua telur. Tanpa pikir panjang, satu telur tersebut ditendang Kekey hingga pecah dan satu telur lagi dibuang oleh Sutiono.

"Awalnya gini kan, Suti yang pertama melihat ada magic itu. Ya enggak tahulah saya juga. Dia bilang 'Key itu di belakang ada telur tuh'. Telur apa? Saya bilang. Telur bebek kalau tidak salah. Pas gitu kan saya lihat ke belakang memang ada telur, saya tendang pecah. Terus satu lagi dilempar Suti. Si kipernya tahu lihat lemparin telur itu. Dia bilang 'ngapain lu barang orang dibuang'. Itu dekat banget di telinga saya waktu itu," kenangnya.

Usai kejadian telur, Kekey bersama kolega mencoba merangsek untuk memecah kebuntuan. Pasalnya, saat itu pertandingan berjalan alot dengan tensi tinggi dengan skor sama kuat, 0-0.

Namun tak lama, Kekey berhasil memecah kebuntuan dengan sundulannya ke gawang lawan di menit 80. Gol tunggal itu pula yang akhirnya membawa skuat Maung Bandung ke final menghadapi Petrokimia Gresik.

"Sudah gitu tendangan penjuru kan angkat bola out, tendangan penjuru lagi. Gimana ya waktu itu saya mencoba untuk bisa mencetak gol saya baca doa dulu Bismillah. Kang Yusuf kan menendang bolanya itu bola kayak datang ke kepala saya. Jadi bolanya saya totok aja di kepala," ungkap Kekey.

"Saya sangat bangga dengan sundulan itu. Langsung bergemuruh satu stadion Senayan, kaya mau ambruk. Satu-satunya gol di menit-menit terakhir lagi. Sudah takdir seperti itu, satu-satunya gol yang mengantarkan Persib ke final, sangat bangga sekali. Jadi sejarah juga kan, buat Persib," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers