web analytics
  

Kiprah Abah Cipulus Saat Memimpin FSGN Nusantara

Selasa, 4 Agustus 2020 20:30 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Kiprah Abah Cipulus Saat Memimpin FSGN Nusantara, KH Adang Badruddina,Abah Cipulus,FSGN Nusantara

KH. Adang Badruddina atau Abah Cipulus (Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Umum Forum Silaturahmi Guru Ngaji Nusantara (FSGN Nusantara), KH. Adang Badruddin meninggal dunia pada Senin (3/8/2020) kemarin.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah Cipulus meninggal dunia diusia 72 tahun.

Tokoh ulama lama Nahdatul Ulama (NU) akrab disapa abah Cipulus itu meninggalkan luka mendalam berbagai kalangan.

Wakil Ketua PC NU Kabupaten Purwakarta, Sona Maulida Roemardi menceritakan awal mula abah Cipulus aktif dalam organisasi NU dan menjabat ketua umum FSGN Nusantara.

Ia mengatakan, abah Cipulus merupakan ulama sederhana dan kesehariannya dihabiskan untuk mengasuh para santrinya di Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah Cipulus.

Kemudian, ia mengaku ada suatu hal yang harus dikonsulidasikan dengan abah Cipulus terkait mempertahankan ideologi budaya dan cara beragama, karena kalau tidak akan tergerus.

"Abah sepakat aktif dalam organisasi NU, dan sepakat kita akan menghubungkan abah dengan seluruh jaringan yang ada, ulama dan politik," ujar dia, Selasa (4/8/2020).

Tidak lama kemudian melakukan Konferensi Cabang Ansor dan terpilih adalah Habib Husen (Malimping).

Pada pemilihan itu, kata dia, abah Cipulus belum terlalu masif karena belum ada isu yang cukup krusial.

"Tapi kita mulai membangun jaringan nusantara dengan berbagai pihak seperti dari Jakarta dan Bandung," ucap pria yang juga menjabat pimpinan PKB itu

Ia bercerita, tepat pada 2007 pihaknya konsulidasi bersama Lili Hambali selaku Bupati Purwakarta pada waktu itu, hasilnya kesepakatan membentuk FSGN yang aktif bergerak 2008. Abah Cipulus terpilih sebagai ketua umum.

"Setelah menjabat ketua umum maka nama abah semakin dikenal hingga Presiden Joko Widodo pada 2017 berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah Cipulus," kata dia.

Mengenai, dibentuknya FSGN bertujuan untuk menggaungkan anak usia sekolah wajib mengaji baik di musola ataupun majelis.

"Jadi warisan abah itu selain FSGN juga nadom yang akan tetap kita pertahankan karena sangat berharga," ucap Sona.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers