web analytics
  

Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional 16 September, Bagaimana dengan Umrah?

Selasa, 4 Agustus 2020 16:40 WIB Republika.co.id
Umum - Internasional, Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional 16 September, Bagaimana dengan Umrah?, Umrah,haji,Arab Saudi

Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Media Saudi, sejumlah jamaah haji bertawaf mengelilingi Kabah. (Saudi Ministry of Media via AP)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Musim haji 2020 M/1441 H telah usai. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru di Arab Saudi pun kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan karantina mandiri selama tujuh hari. 

Bersamaan dengan berakhirnya ibadah haji yang berjalan selama lima hari, Arab Saudi dihadapkan dengan kemungkinan musim umrah yang baru. 

Kementerian Haji Arab Saudi disebut akan segera melakukan evaluasi atas pengalaman mereka selama mempersiapkan ibadah tahunan itu. Dilansir di Saudi Gazette, proses evaluasi dan penilaian terhadap pelaksanaan haji luar biasa ini akan dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan. 

Setelahnya, kementerian akan berusaha melihat, mengambil manfaat, dan belajar dari pengalaman berharga tersebut. Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji Hussein Al-Sharif, menyebut kementerian akan segera memulai persiapan terkait dengan musim umrah mendatang.

Menanggapi hal ini, Konsulat Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, menyebut belum mendapat informasi resmi terkait rencana tersebut. Namun, Kerajaan Arab Saudi memiliki rencana membuka penerbangan internasional mulai 16 September mendatang.

"Rencananya mulai 16 September Pemerintah Saudi akan bolehkan warga negara asing berkunjung. Berarti umrah sudah boleh mulai tanggal tersebut. Izin berkunjung untuk semua negara," ujar Eko, Selasa (4/8/2020).

Terkait jamaah haji Indonesia yang mengikuti ibadah haji kemarin, ia menyebut hingga saat ini dalam kondisi baik. Setelah ritual haji selesai, mereka kembali ke hotel untuk diberangkatkan ke daerah tinggal masing-masing.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyebut terus memantau kebijakan Arab Saudi terkait kemungkinan dibukanya umrah. Ia juga sudah menghubungi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk membahas hal tersebut.

"Saya kemarin sudah kontak dengan bagian teknis di Kementerian Haji Arab Saudi, membicarakan kemungkinan rapat membahas pelaksanaan umrah pascahaji,” ujar Endang.

Dalam kondisi normal, selesainya gelaran haji berarti menandakan dibukanya musim penyelenggaraan ibadah umrah. Sementara, penyelenggaraan ibadah umroh ditangguhkan sejak akhir Februari 2020.

Penangguhan dilakukan berkenaan dengan merebaknya pandemi Covid-19 di berbagai negara. Kebijakan untuk menangguhkan sementara akses masuk ke Kerajaan Arab Saudi berlaku baik untuk umrah, ziarah, maupun wisata.

Endang lantas menyebut, musim umrah ada kemungkinan akan dibuka kembali. Terlebih melihat jumlah kasus Covid-19 di Arab Saudi yang terus menurun.

Data per 25 Juli 2020 misalnya, ada 2.200 kasus. Sementara data pada 2 Agustus lalu menunjukkan penurunan terus menerus hingga 1.357 kasus. Jika trend Covid-19 terus menurun, tidak menutup kemungkinan penerbangan internasional akan kembali dibuka, termasuk untuk jamaah umrah.

"Suksesnya penyelenggaraan haji dengan penerapan protokol kesehatan akan menjadi role model penyelenggaraan umroh. Saya yakin jika umroh dibuka, maka protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat," kata dia.

Ia lantas menyebut nantinya ada kemungkinan Arab Saudi memberlakukan persyaratan ketat, utamanya terkait protokol kesehatan, kepada negara pengirim jamaah umrah.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers