web analytics
  

Ini Skenario Sekolah di Kota Bandung Bila Mulai Tatap Muka

Selasa, 4 Agustus 2020 15:32 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ini Skenario Sekolah di Kota Bandung Bila Mulai Tatap Muka, Belajar,Skema belajar di Sekolah,Pemkot Bandung,Berita Bandung

Kepala Seksi Kurikulum PSMP Disdik Bandung Bambang Ariyanto (Ayobandung.com/Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Minggu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengizinkan beberapa sekolah di 200-an kecamatan di Jabar yang telah memasuki zona hijau untuk kembali melaksanakan pembelajarran tatap muka. Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung mulai menyiapkan skema pembelajaran yang dimaksud.

"Kalau Kota Bandung sudah siap, maka kami sudah menyiapkan beberapa skenario," ungkap
Kepala Seksi Kurikulum PSMP Disdik Bandung Bambang Ariyanto di Balai Kota Bandung, Selasa (4/8/2020).

Ia mengatakan, salah satu skenarionya adalah campuran antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal tersebut didasarkan pada kesiapan masing-masing sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan.

"Pemkot Bandng akan melakukan blended learning, campuran antara PJJ dan tatap muka. Indikator kesiapannya sudah kami siapkan daftarnya," ungkapnya.

Beberapa indikator kesiapan untuk pelaksanaan tatap muka tersebut, ia mengatakan meliputi ketersediaan sarana prasarana, pengaturan jadwal sekolah, hingga ketersediaa alat-alat kebersihan.

Hanya sekolah yang dinilai telah siap melaksanakan protokol kesehatan yang nantinya diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka.

"Kantin tetap tidak diizinkan buka, sehingga setiap siswa bawa bekal makan masing-masing, juga harus menerapkan pengaturan duduk dengan physical distancing," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengatakan, hingga hari ini belum ada satu pun sekolah di Kota Bandung dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas yang diizinkan untuk menggelar tatap muka. Hal ini bercermin dari status Kota Bandung yang masih berada dalam zona oranye.

"Di Bandung belum ada yang diizinkan (tatap muka). Meskipun sekolahnya ada di kecamatan zona hijau, tapi bisa saja guru dan muridnya datang dari zona merah," ungkapnya.

Sehingga, ia mengatakan, saat ini seluruh jenjang sekolah di Bandung akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) peeriode 2. Teknisnya tidak berbeda dengan PJJ tahap pertama yang dilaksanakan sejak awal pandemi, namun dengan perbaikan fasilitas bagi siswa yang kesulitan mengakses internet.

"Yang tidak punya perangkat PJJ akan ada pembelajaran luring (luar jaringan). Sekolah memproduksi modul atau lembar kegiatan untuk siswa yang akan dikirim ke rumah," ungkapnya.

Selain itu, siswa yang masuk kategori rawan melanjutkan pendidikan (RMP) juga saat ini disebut telah didata untuk mendapat pinjaman laptop dari sekolah masing-masing. Termasuk biaya untuk mengakses kuota internet.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers