web analytics
  

Mencicipi Nasi Kabuli Khas Kasepuhan Ciptagelar

Selasa, 4 Agustus 2020 15:06 WIB Tri Junari
Gaya Hidup - Kuliner, Mencicipi Nasi Kabuli Khas Kasepuhan Ciptagelar, nasi kabuli,kasepuhan ciptagelar,sukabumi

Nasi kabuli khas Kasepuhan Ciptagelar (Ayobandung.com/Tri Junari)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM -- Nasi kabuli merupakan hidangan khas warga adat warga Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. 

Tumpeng berisi lauk pauk ini simbol kebersamaan dan tradisi budaya berusia ratusan tahun.

Pada kegiatan adat besar, warga membuat Kabuli ratusan tumpeng secara bergotong royong. Di dalam tumpeng, ada lauk pauk berupa serundeng, cabai, kecombrang, dan ikan. 

Mak Alit, istri dari pimpinan Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sugriana Rakasiwi menuturkan, hidangan khas tumpeng berisi lauk pauk ini memiliki nilai luhur kebersamaan dan gotong royong. 

Lantaran kabuli berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya, tumpeng ini kerap dibuat pada acara adat besar. Jumlahnya bisa mencapai 300 tumpeng, dapur rumah warga terlibat menanak nasi. 

"Karena di dalamnya sudah ada lauk pauk, lebih praktis. Maka pada acara besar seperti Serah Ponggokan, Ngaseuk, dan Mipit dibuat," kata Mak Alit saat acara Serah Ponggokan tahun 2020 belum lama ini.

Bahan baku utamanya beras didapat dari hasil menumbuk secara tradisional, hasil kebun seperti kecombrang, serundeng, cabai merah, cabai hijau, ikan asin, atau jengkol disiapkan.

Beras di masak menggunakan 'seeng' tembaga diatas tungku kayu bakar sehingga nasi lebih pulen. Campuran bumbu pada lauk pauk menambah nikmat saat disantap.

"Disajikannya satu tumpeng itu untuk 4-8 orang, jadi pas makan berebut," ucap Mak Alit.

Sebelum disantap, makan bersama nasi kabuli diawali dengan acara selamatan dan doa bersama. Nasi kabuli menjadi ciri budaya Kasepuhan Ciptagelar menjunjung tinggi warisan leluhur.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers