web analytics
  

Polres Cimahi Tangkap Pelaku Kejahatan Silat Lidah

Selasa, 4 Agustus 2020 12:34 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Polres Cimahi Tangkap Pelaku Kejahatan Silat Lidah, Kriminal,Penipuan,Penipuan Cimahi,Kriminal Cimahi,Berita Cimahi

Polisi ungkap perkara penipuan. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Armadi alias Jawir (46) ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi setelah terbukti melakukan kejahatan penipuan dengan modus gendam di beberapa wilayah Jawa Barat.

Dalam menjalankan aksinya, residivis kasus sama ini dibantu pelaku lainnya Amiriko, Ita dan Warsito alias Luki yang kini buron. Terakhir mereka berhasil memperdaya korban Sartinah (45) hingga tertipu Rp128 juta di sekitar kantor BRI cabang Cimahi.

Kasatreskrim Polres Cimahi, Kasatreskrim, AKP Yohannes Redhoi Sigiro menerangkan, pada Rabu (10/6/2020) para pelaku beraksi setelah melihat korban berjalan di sekitar SMK 1 Cimahi. Amiriko berperan sebagai WNA kemudian menghampiri korban berpura-pura menanyakan alamat.

"Salah seorang pelaku mengaku WNA Singapura menanyakan alamat kepada korban dan berdalih tidak memiliki uang rupiah," terang Yohannes saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (4/8/2020).

Saat keduanya berbincang, datang pelaku lain Ita dan mengaku akan membantu menukar uang di Bank, dengan bujuk rayu Ita mampu mengajak korban untuk ikut kepadanya.

"Ita mengajak korban masuk ke dalam mobil yang didalamnya sudah ada Armadi dan Luki. Keempat pelaku memiliki peran berbeda," ujarnya.

Didalam mobil pelaku WNA seolah menuruti ajakan menukar uang dollar singapura ke BRI cabang Cimahi. Untuk meyakinkan korban Armadi turun dan kembali membawa uang Rp10 juta seolah hasil penukaran dollar.

"Untuk meyakinkan korban Armadi ini seolah menukarkan uang. Untuk membuat korban tertarik, pelaku Amiriko menawarkan Ita yang tak lain anggota komplotan untuk menukar uang dengan dalih akan dilebihkan," katanya.

Terbuai silatan lidah para pelaku, korban mengaku bersedia menukar uang tabungan sebesar Rp128 juta miliknya. Korban pun melenggang ke dalam Bank menarik uang dan disetorkan pada pelaku.

"Setelah uang korban diterima para pelaku, ditengah jalan korban diminta turun dari mobil seolah disuruh belanja di mini market," terang Kasat.

Kepada Polisi, Armadi yang pernah masuk penjara dalam kejahatan yang sama mengakui sudah 9 kali melakukan penipuan modus gendam ini. Ia mengaku tidak memiliki ilmu khusus selain teknik komunikasi untuk mengelabui korban.

"Enggak pakai ilmu apa-apa, cuma ngajak ngobrol saja," kilahnya.

Sejak keluar bui, tercatat sudah 9 kali Armadi melakukan aksinya di Bekasi, Sukabumi, Bogor, Cianjur dan Kota Cimahi. Dari sekali bersilat lidah, komplotan penipu ini berhasil membawa kabur uang jutaan hingga puluhan juta rupiah milik korban.

"Yang terakhir ini paling besar, Rp128 juta," tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal berlapis 378 KUHPidana tentang penggelapan Junto Pasal 372 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun kurungan penjara.

 

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers