web analytics
  

6 Hal yang Masuk ke Perut tapi Tak Batalkan Puasa

Selasa, 4 Agustus 2020 10:23 WIB
Umum - Pendidikan, 6 Hal yang Masuk ke Perut tapi Tak Batalkan Puasa, Puasa,batal puasa,Islam,Kesehatan

[Ilustrasi] Buka puasa. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Terdapat sejumlah benda yang masuk ke perut tapi tidak membatalkan puasa.

Syekh Allamah Muhammad bin Umar an-Nawawi al-Banteni dalam Kitab Syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja menjelaskan, benda-benda yang masuk ke dalam perut tapi tidak membatalkan puasa tersebut.

Pertama, benda yang masuk ke dalam perut karena lupa kalau sedang berpuasa.

Kedua, benda yang masuk ke dalam perut karena bodoh atau tidak tahu.

Ketiga, benda yang masuk ke dalam perut karena dipaksa. Misalnya seseorang menyewa orang lain agar memasukkan suatu benda ke tenggorokan orang yang sedang berpuasa.

"Rasulullah SAW bersabda, barang siapa lupa kalau dirinya sedang berpuasa, kemudian dia makan atau minum, maka selesaikanlah puasanya. Dia hanya diberi makan dan minum oleh Allah (pada saat lupanya itu)." Syekh an-Nawawi al-Banteni menjelaskan hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim. Mereka berdua menshohihkan hadis tersebut.

Keempat, sisa-sisa benda yang berada di sela-sela gigi, kemudian masuk ke dalam perut melalui air ludah dan seseorang tidak mampu membuang sisa-sisa benda tersebut karena uzur. Berbeda hukumnya apabila seseorang mampu membuang sisa-sisa benda tersebut, jika sisa-sisa benda tersebut masuk ke dalam perut, maka puasanya menjadi batal.

Sisa-sisa benda tersebut seperti makanan, lendir (nukhomah) dan kopi. Oleh karena itu, apabila seseorang minum kopi sebelum fajar dan masih ada sisa kopi di giginya setelah fajar, jika ia menelan air ludahnya yang berubah karena sisa kopi tersebut secara sengaja padahal sebenarnya mampu membuang sisa kopi tersebut, maka puasanya menjadi batal. Sebaliknya, jika dia tidak mampu membuang sisa kopinya, maka puasanya tidak dihukumi batal.

Kelima, benda yang masuk ke dalam perut, tapi benda tersebut berupa debu jalanan, baik debu itu suci atau najis hukumnya tidak membatalkan puasa. Meskipun debu itu berasal dari najis mugholadoh, puasa seseorang tidak menjadi batal sebab kemasukan debu tersebut.

Namun, bila seseorang sengaja membuka mulutnya hingga akhirnya debu tersebut masuk, maka dia berkewajiban membasuhnya. Apabila dia tidak sengaja membuka mulutnya, maka dia tidak berkewajiban membasuhnya.

Keenam, benda yang masuk ke perut dan benda tersebut berupa ghorbalah, ayakan gandum, lalat yang beterbangan, atau nyamuk yang beterbangan. Karena itu, puasa seseorang tidak batal jika kemasukan benda-benda semacam itu dikarenakan sulitnya menghindar.

Apabila lalat yang masuk ke dalam perut dapat mengakibatkan bahaya, maka seseorang mengeluarkan lalat tersebut dan puasanya batal, dia wajib menqodonya. Ini ditanbihkan oleh Ibnu Hajar.

Apabila seseorang sengaja membuka mulutnya agar suatu benda bisa masuk ke dalam perut, setelah itu benda tersebut benar-benar dapat masuk tetapi tanpa kesengajaannya, maka menurut pendapat shohih, puasanya dihukumi tidak batal. Apabila seseorang sengaja membuka mulutnya, kemudian debu di udara terkumpul di dalam mulut dan berhasil masuk ke dalam perut, maka puasanya dihukumi batal, sebagaimana yang dikatakan oleh Syarqowi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers